Presiden Prabowo dan Mentan Amran Pimpin Tanam Padi Serentak di 14 Provinsi
Rabu, 23 April 2025 - 19:24 WIB
“Drone itu yang menebarkan benih. Ini ternyata bisa satu hari 25 hektare. Yang tadinya 1 hektare ke tenaga manusia dikerjakan selama 25 hari sekarang 25 hektare 1 hari dan ini nanti ada 100.000 hektare sawah produktif,” katanya.
Sesuai laporan yang diterimanya, program ini diperkirakan meningkatkan produksi beras Sumsel dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton per tahun atau kenaikan sebesar 25%. Langkah nyata ini tentu menjadikan Indonesia tidak hanya swasembada pangan, tetapi menuju posisi sebagai lumbung pangan dunia.
“Kita sudah bisa membantu negara sahabat seperti Malaysia. Kita bukan negara yang minta-minta, kita negara yang membantu. Ini membanggakan. Negara kuat adalah negara yang mampu menjamin ketahanan pangannya sendiri,” tegas Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya pemerataan kesejahteraan petani sebagai produsen pangan utama bangsa. “Semuanya bahu-bahu dari semua daerah kita angkat kemampuan kita, kita angkat penerimaan janji yang didapat oleh para petani kita, para petani kita adalah kelompok produsen, kelompok yang menghasilkan pangan untuk seluruh bangsa Indonesia. Kalau pangan kita aman, negara aman,” ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pada April ini penanaman serentak dilakukan di 160 kabupaten di seluruh Indonesia dengan melibatkan 8 gubernur dan 3 wakil gubernur. Target tanam bulan ini mencapai 1,3 juta hektare dengan proyeksi hasil sebesar 7,5 juta ton gabah atau setara 3,5-4 juta ton beras. Angka ini jauh di atas kebutuhan bulanan nasional yang berkisar 2,5 juta ton.
“Khusus Sumatera Selatan, tahun lalu produksinya mencapai 2,9 juta ton. Tahun ini kita optimis bisa mencapai 3,7 juta ton. Ini bukan hanya target, tapi berdasarkan realita dan tren positif serapan serta produksi,” ujarnya.
Sesuai laporan yang diterimanya, program ini diperkirakan meningkatkan produksi beras Sumsel dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton per tahun atau kenaikan sebesar 25%. Langkah nyata ini tentu menjadikan Indonesia tidak hanya swasembada pangan, tetapi menuju posisi sebagai lumbung pangan dunia.
“Kita sudah bisa membantu negara sahabat seperti Malaysia. Kita bukan negara yang minta-minta, kita negara yang membantu. Ini membanggakan. Negara kuat adalah negara yang mampu menjamin ketahanan pangannya sendiri,” tegas Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya pemerataan kesejahteraan petani sebagai produsen pangan utama bangsa. “Semuanya bahu-bahu dari semua daerah kita angkat kemampuan kita, kita angkat penerimaan janji yang didapat oleh para petani kita, para petani kita adalah kelompok produsen, kelompok yang menghasilkan pangan untuk seluruh bangsa Indonesia. Kalau pangan kita aman, negara aman,” ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pada April ini penanaman serentak dilakukan di 160 kabupaten di seluruh Indonesia dengan melibatkan 8 gubernur dan 3 wakil gubernur. Target tanam bulan ini mencapai 1,3 juta hektare dengan proyeksi hasil sebesar 7,5 juta ton gabah atau setara 3,5-4 juta ton beras. Angka ini jauh di atas kebutuhan bulanan nasional yang berkisar 2,5 juta ton.
“Khusus Sumatera Selatan, tahun lalu produksinya mencapai 2,9 juta ton. Tahun ini kita optimis bisa mencapai 3,7 juta ton. Ini bukan hanya target, tapi berdasarkan realita dan tren positif serapan serta produksi,” ujarnya.
Lihat Juga :