Semangat Jihad Bela Palestina dengan Memperhatikan Kemaslahatan Umat

Kamis, 17 April 2025 - 09:41 WIB
Baca juga: Jet Tempur Israel Hendak Mengebom Gaza, tapi Malah Menghantam Permukiman Zionis

Sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Selain itu, ada 11 ribu yang lain yang hilang, terkubur di bawah reruntuhan.

Menyoroti fatwa IUMS yang terbilang kontroversial ini, Gus Najih menegaskan bahwa fatwa jihad yang dikeluarkan, yakni jihad dengan bersenjata, perlu dikoreksi bersama. Dalam hukum fikih Islam, jihad yang menggunakan senjata itu harus diorganisasi dan dipimpin oleh pemerintahan yang sah, bukan oleh ormas, bukan oleh perorangan, individu, atau pihak non-pemerintah.

“Ini semua dilakukan tentu saja demi menjaga kemaslahatan dan ketertiban. Sekali lagi, di dalam hukum fikih Islam, tidak bisa perorangan atau pihak non-pemerintah menggerakkan jihad bersenjata secara mandiri. Jika tidak begini (mengikuti pemerintahan yang sah), maka semua orang atau kelompok bisa melakukan klaim sepihak atas urgensi angkat senjata yang bisa menyasar siapa saja,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak ada yang meragukan beratnya penderitaan warga Palestina dalam menghadapi Israel. Namun demikian, Indonesia perlu memahami dampak negatif yang ditimbulkan apabila mayoritas umat Islam memenuhi seruan IUMS untuk berjihad secara langsung.

Gus Najih menjelaskan, seandainya banyak umat Islam yang notabene adalah masyarakat sipil -yang tidak pernah mendapatkan pelatihan militer- berangkat ke Gaza, jelas akan banyak korban berguguran. Dengan begini, unsur kemaslahatan umat yang seharusnya ada pada fatwa ulama jelas tidak akan terwujud, dan bantuan kemanusiaan yang seharusnya didapatkan oleh Palestina akan semakin berkurang jumlahnya.

“Jadi, sekali lagi, membela Palestina, melawan kezaliman yang dilakukan oleh Israel, itu adalah kewajiban. Kewajiban moral, kewajiban agama, dan amanat konstitusi. Tetapi itu semua harus dilakukan dengan rasional, tidak boleh melanggar hukum yang berlaku di Indonesia, dan harus mempertimbangkan hal yang maslahat. Kita harus berpikir strategis,” imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!