Deretan Komandan Paspampres yang Sukses Jadi Danjen Kopassus, Nomor 2 Pernah Melawan Perompak Somalia
Kamis, 06 Maret 2025 - 06:07 WIB
Agus kemudian kembali ke kesatuan yang membesarkannya dengan menjabat sebagai Wadanjen Kopassus pada 2010-2011. Tak lama kemudian dia ditarik kembali untuk bertugas di Istana Kepresidenan dengan menjabat sebagai Danpaspampres pada 2011–2012.
Setahun bertugas mengawal dan menjaga keamanan Presiden SBY, Agus kemudian dimutasi menjadi Danjen Kopassus pada 2012-2014. Saat menjabat sebagai orang nomor 1 di Korps Baret Merah, beberapa anggotanya sempat terlibat dalam peristiwa penyerangan LP Cebongan di Yogyakarta.
Agus kemudian dimutasi menjadi Pangdam Jaya pada 2014–2015 yang bertugas mengamankan Ibu Kota Jakarta di masa peralihan kepemimpinan nasional dari Presiden SBY ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kariernya terus meningkat, Agus kemudian mendapat promosi jabatan menjadi Dankodiklat TNI AD pada 2015–2016, kemudian Dansesko TNI hingga Irjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada 2017-2018).
Selama meniti kariernya di TNI, Agus juga banyak menimba ilmu dan mengikuti pendidikan militer. Di antaranya, Sesarcabif, kemudian Dik Para, dan Dik Para Utama, Dik Free Fall serta Komando.
Tidak hanya itu, Agus juga pernah mengikuti pendidikan Diklapa I dan II, Seskoad pada 1998, Susdanyon, kemudian, Susdandim, Sesko TNI, dan Lemhannas RI.
Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1985 dari satuan Infanteri Kopassus ini juga merupakan Jenderal TNI AD yang memiliki karier cemerlang. Doni pernah terlibat dalam berbagai operasi militer di antaranya, Operasi Seroja di Timor Timur (Timtim), Operasi militer di Aceh. Termasuk operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus dari tangan perompak Somalia pada 2011 saat menjabat sebagai Danjen Kopassus.
Setahun bertugas mengawal dan menjaga keamanan Presiden SBY, Agus kemudian dimutasi menjadi Danjen Kopassus pada 2012-2014. Saat menjabat sebagai orang nomor 1 di Korps Baret Merah, beberapa anggotanya sempat terlibat dalam peristiwa penyerangan LP Cebongan di Yogyakarta.
Agus kemudian dimutasi menjadi Pangdam Jaya pada 2014–2015 yang bertugas mengamankan Ibu Kota Jakarta di masa peralihan kepemimpinan nasional dari Presiden SBY ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kariernya terus meningkat, Agus kemudian mendapat promosi jabatan menjadi Dankodiklat TNI AD pada 2015–2016, kemudian Dansesko TNI hingga Irjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada 2017-2018).
Selama meniti kariernya di TNI, Agus juga banyak menimba ilmu dan mengikuti pendidikan militer. Di antaranya, Sesarcabif, kemudian Dik Para, dan Dik Para Utama, Dik Free Fall serta Komando.
Tidak hanya itu, Agus juga pernah mengikuti pendidikan Diklapa I dan II, Seskoad pada 1998, Susdanyon, kemudian, Susdandim, Sesko TNI, dan Lemhannas RI.
2. Letjen TNI (Purn) Doni Monardo
Letjen TNI (Purn) Doni Monardo juga tercatat sebagai Danjen Kopassus. Jabatan itu diembannya usai menunaikan tugas sebagai Danpaspampres di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1985 dari satuan Infanteri Kopassus ini juga merupakan Jenderal TNI AD yang memiliki karier cemerlang. Doni pernah terlibat dalam berbagai operasi militer di antaranya, Operasi Seroja di Timor Timur (Timtim), Operasi militer di Aceh. Termasuk operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus dari tangan perompak Somalia pada 2011 saat menjabat sebagai Danjen Kopassus.
Lihat Juga :