Selly PDIP: Tidak Boleh Ada Dikotomi Antara Profesi Guru
Selasa, 25 Februari 2025 - 23:13 WIB
Kapoksi VIII Fraksi PDIP DPR Selly Andriany Gantina menekankan tidak ada dikotomi antara profesi guru yang kini ada di tiga lembaga yaitu Kemenristek Dikti, Kemendikdasmen, dan Kemenag. Foto: Dok SINDOnews
JAKARTA - Kapoksi VIII Fraksi PDIP DPR Selly Andriany Gantina menekankan tidak ada dikotomi antara profesi guru yang kini ada di tiga lembaga yaitu Kemenristek Dikti, Kemendikdasmen, dan Kemenag.
"Pemerintah harus memberikan proporsional yang layak antara Madrasah dengan sekolah reguler," ujarnya saat memimpin RDPU dengan PGIN, PBPGSI, AGMI, PGMNI, dan PGMI di Komisi VIII DPR, Jakarta, Senin (24/2/2025).
Berkaca dari pemotongan dana BOS yang terjadi di Kementerian Agama, Selly melihat kondisi saat ini tak selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani yang ingin memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
Baca juga: Selly Gantina: Puan Maharani Figur Pemimpin Perempuan Berkapabilitas
Salah satunya memastikan bahwa madrasah atau sekolah keagamaan mendapat perhatian yang setara dalam sistem pendidikan formal. Karena itulah, Fraksi PDIP berkomitmen memperjuangkan hak-hak pendidikan di madrasah, khususnya terkait pemotongan dana BOS di Kementerian Agama.
Di sisi lain, mantan Bupati Cirebon ini menyoroti pemotongan dan masih kurang sejahteranya guru di lingkungan Kementerian Agama tak selaras dengan 5 poin Asta Cita Prabowo khususnya poin 4 yaitu meningkatkan pendidikan dan layanan kesehatan, dukungan terhadap pesantren dan sekolah berbasis agama, termasuk insentif bagi guru agama dan peningkatan fasilitas madrasah.
"Pemerintah harus memberikan proporsional yang layak antara Madrasah dengan sekolah reguler," ujarnya saat memimpin RDPU dengan PGIN, PBPGSI, AGMI, PGMNI, dan PGMI di Komisi VIII DPR, Jakarta, Senin (24/2/2025).
Berkaca dari pemotongan dana BOS yang terjadi di Kementerian Agama, Selly melihat kondisi saat ini tak selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani yang ingin memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
Baca juga: Selly Gantina: Puan Maharani Figur Pemimpin Perempuan Berkapabilitas
Salah satunya memastikan bahwa madrasah atau sekolah keagamaan mendapat perhatian yang setara dalam sistem pendidikan formal. Karena itulah, Fraksi PDIP berkomitmen memperjuangkan hak-hak pendidikan di madrasah, khususnya terkait pemotongan dana BOS di Kementerian Agama.
Di sisi lain, mantan Bupati Cirebon ini menyoroti pemotongan dan masih kurang sejahteranya guru di lingkungan Kementerian Agama tak selaras dengan 5 poin Asta Cita Prabowo khususnya poin 4 yaitu meningkatkan pendidikan dan layanan kesehatan, dukungan terhadap pesantren dan sekolah berbasis agama, termasuk insentif bagi guru agama dan peningkatan fasilitas madrasah.
Lihat Juga :