Jebolan Akmil 1990-an Sukses Jadi Danjen Kopassus, Nomor 4 dan 5 Eks Ajudan Presiden Jokowi
Selasa, 25 Februari 2025 - 06:28 WIB
Widi mengawali karier militernya sebagai Pama di Pussenif. Tak lama kemudian menjadi Danunit Grup 2 Kopassus pada 1995. Selanjutnya Danunit Yon 22 Grup 2 Kopassus, Dansubtim Yon 22 Grup 2 Kopassus. Selain itu, dia juga dipercaya menjadi Dantim Yon 22 Grup 2 Kopassus, Kasilog Grup 1 Kopassus Wadanyon 11 Grup 1 Kopassus.
Tentara kelahiran kelahiran Trenggalek, Jawa Timur 4 Juni 1971 ini kemudian diangkat menjadi Danyonif 400/Raider, lalu Pabandya Ops Sopsdam IV/Diponegoro. Setelah itu, dia dipercaya memimpin territorial sebagai Dandim 0735/Surakarta selama setahun dari 2011-2012. Kemudian, Pabandya 1/Pampa Spaban II/Pampers Spamad.
Kariernya terus meningkat, Widi dipercaya menjadi Ajudan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2014—2016. Setelah berada di ring satu Istana selama dua tahun, dia dipercaya mengemban tugas sebagai Danrindam III/Siliwangi, kemudian Danrem 074/Warastratama. Widi kemudian dimutasi menjadi Danrem 091/Aji Surya Natakesuma. Jabatan baru ini membuatnya pecah bintang dan masuk dalam daftar Perwira Tinggi (Pati) TNI AD.
Dari situ Widi diangkat menjadi Kasdam IV/Diponegoro selama dua tahun. Widi kemudian kembali ke kesatuan yang membesarkannya sebagai Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa. Jabatan itu diembannya pada 2022. Jabatannya sebagai orang nomor satu di Kopassus membuat bintang emas di pundaknya bertambah menjadi 2 atau Mayjen TNI. Tak lama kemudian dia diangkat menjadi Pangdam IV/Diponegoro. Karier militernya terus meningkat, Widi selanjutnya mendapat promosi jabatan menjadi Dankodiklatad sebelum akhirnya menjadi Dosen Tetap Unhan.
Tentara kelahiran Bandung, 14 September 1973 ini telah menyelesaikan berbagai pendidikan militer selain di Akmil, yakni Sesarcab Infanteri (1996), Komando, Diklapa I, Selapa II, Seskoad (Lulusan Terbaik Susreg XLVII 2010), dan Sesko TNI (2019).
Berbagai jabatan pernah diembannya, di antaranya Danyon 22 Grup 2/Sandi Yudha, Dandenma Kopassus, Dandim 0623/Cilegon, Dan Grup 2/Sandi Yudha. Kemudian, Ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode 2017—2019, Pamen Denma Mabesad, Kasrem 061/Surya Kencana, Danrem 074/Warastratama. Selanjutnya, Wadanjen Kopassus (2021—2022).
Sempat mengemban tugas sebagai Kasdam IV/Diponegoro, Deddy kemudian kembali ke kesatuan yang membesarkannya sebagai Danjen Kopassus pada 2023-2024 sebelum akhirnya menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro hingga sekarang.
Djon Afriandi memiliki orang tua yang berasal dari kalangan militer. Ayahnya adalah seorang purnawirawan Jenderal TNI AD, yakni Mayjen (Purn) Afifudin Thaib.
Selama berkarier di militer, tentara kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat pada 14 Juni 1972 itu banyak berdinas di Korps Baret Merah. Tercatat, dia pernah menjadi Danton 3/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), Danton 1/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), Danki 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus, Pasilat Ops Grup 1 Kopassus (2002), Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus (2007), Pabandya Ops Kopassus (2009), hingga Danyon 13 Grup 1/Kopassus (2010-2011).
Tentara kelahiran kelahiran Trenggalek, Jawa Timur 4 Juni 1971 ini kemudian diangkat menjadi Danyonif 400/Raider, lalu Pabandya Ops Sopsdam IV/Diponegoro. Setelah itu, dia dipercaya memimpin territorial sebagai Dandim 0735/Surakarta selama setahun dari 2011-2012. Kemudian, Pabandya 1/Pampa Spaban II/Pampers Spamad.
Kariernya terus meningkat, Widi dipercaya menjadi Ajudan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2014—2016. Setelah berada di ring satu Istana selama dua tahun, dia dipercaya mengemban tugas sebagai Danrindam III/Siliwangi, kemudian Danrem 074/Warastratama. Widi kemudian dimutasi menjadi Danrem 091/Aji Surya Natakesuma. Jabatan baru ini membuatnya pecah bintang dan masuk dalam daftar Perwira Tinggi (Pati) TNI AD.
Dari situ Widi diangkat menjadi Kasdam IV/Diponegoro selama dua tahun. Widi kemudian kembali ke kesatuan yang membesarkannya sebagai Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa. Jabatan itu diembannya pada 2022. Jabatannya sebagai orang nomor satu di Kopassus membuat bintang emas di pundaknya bertambah menjadi 2 atau Mayjen TNI. Tak lama kemudian dia diangkat menjadi Pangdam IV/Diponegoro. Karier militernya terus meningkat, Widi selanjutnya mendapat promosi jabatan menjadi Dankodiklatad sebelum akhirnya menjadi Dosen Tetap Unhan.
5. Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi
Kemudian ada nama Mayjen TNI Deddy Suryadi dalam daftar jebolan Akmil 1990-an yang sukses menjadi Danjen Kopassus. Lulusan Akmil 1996 dari kecabangan Infanteri (Kopassus) itu saat ini menjabat Pangdam IV/Diponegoro.Tentara kelahiran Bandung, 14 September 1973 ini telah menyelesaikan berbagai pendidikan militer selain di Akmil, yakni Sesarcab Infanteri (1996), Komando, Diklapa I, Selapa II, Seskoad (Lulusan Terbaik Susreg XLVII 2010), dan Sesko TNI (2019).
Berbagai jabatan pernah diembannya, di antaranya Danyon 22 Grup 2/Sandi Yudha, Dandenma Kopassus, Dandim 0623/Cilegon, Dan Grup 2/Sandi Yudha. Kemudian, Ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode 2017—2019, Pamen Denma Mabesad, Kasrem 061/Surya Kencana, Danrem 074/Warastratama. Selanjutnya, Wadanjen Kopassus (2021—2022).
Sempat mengemban tugas sebagai Kasdam IV/Diponegoro, Deddy kemudian kembali ke kesatuan yang membesarkannya sebagai Danjen Kopassus pada 2023-2024 sebelum akhirnya menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro hingga sekarang.
6. Mayor Jenderal TNI Djon Afriandi
Mayjen TNI Djon Afriandi juga jebolan Akmil 1990-an yang sukses menjadi Danjen Kopassus. Peraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akmil 1995 itu menjabat Danjen Kopassus sejak Maret 2024 hingga saat ini.Djon Afriandi memiliki orang tua yang berasal dari kalangan militer. Ayahnya adalah seorang purnawirawan Jenderal TNI AD, yakni Mayjen (Purn) Afifudin Thaib.
Selama berkarier di militer, tentara kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat pada 14 Juni 1972 itu banyak berdinas di Korps Baret Merah. Tercatat, dia pernah menjadi Danton 3/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), Danton 1/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), Danki 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus, Pasilat Ops Grup 1 Kopassus (2002), Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus (2007), Pabandya Ops Kopassus (2009), hingga Danyon 13 Grup 1/Kopassus (2010-2011).
(abd)
Lihat Juga :