IKA PMII, Bertahan atau Tenggelam dalam Disrupsi

Jum'at, 21 Februari 2025 - 07:15 WIB
IKA PMII kini berada di persimpangan jalan: apakah akan tetap relevan atau justru kehilangan daya pengaruh dalam arus disrupsi? Banyak organisasi alumni terjebak dalam pola relasi hierarkis, di mana senior menjadi figur dominan dan junior menjadi penerima doktrin tanpa banyak ruang untuk inovasi. Jika IKA PMII ingin bertahan dan berkembang, maka ia harus menumbuhkan ekosistem yang memungkinkan kader-kader muda PMII tidak hanya mengikuti jejak senior mereka, tetapi juga diberi kebebasan untuk menciptakan jalur baru yang lebih adaptif dengan dinamika perubahan global.

Sejarah telah membuktikan bahwa PMII adalah organisasi yang mampu bertahan dalam berbagai tantangan zaman. Dari era Orde Baru yang penuh represi hingga transisi demokrasi pasca-Reformasi, PMII selalu berkontribusi dalam perubahan sosial. Namun, tantangan hari ini jauh lebih kompleks. Era digital mengubah lanskap kepemimpinan secara fundamental, di mana kekuasaan tidak lagi hanya bersumber dari jabatan formal, tetapi juga dari kemampuan individu dalam menguasai narasi dan teknologi.

Yuval Noah Harari dalam 21 Lessons for the 21st Century menekankan bahwa di abad ke-21, mereka yang mampu bertahan bukanlah yang sekadar kuat secara fisik atau memiliki banyak pengetahuan teoretis, tetapi mereka yang bisa belajar dengan cepat dan beradaptasi dengan perubahan. Ketahanan mental dan kemampuan berpikir lintas disiplin menjadi lebih penting dibanding sekadar kepatuhan pada pola pikir lama. Ini berarti, pola relasi antara alumni dan adik-adik PMII harus bergeser dari hubungan hierarkis menuju kemitraan strategis yang memungkinkan kader-kader muda mengembangkan daya pikir kritisnya sendiri.

Baca Juga: Gelar Sarasehan Pra Munas VII, IKA-PMII Komitmen Dukung Kemandirian Nasional

Adik-adik PMII hari ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya. Mereka harus menghadapi disrupsi teknologi, ketidakstabilan politik, serta ketidakpastian ekonomi global. Dalam kondisi seperti ini, alumni IKA PMII tidak cukup hanya memberikan wejangan atau nasihat satu arah. Yang lebih dibutuhkan adalah ruang dialog yang memungkinkan kader-kader muda mengembangkan wawasan mereka dengan dukungan jaringan alumni yang kuat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!