Upaya Memutus Kesenjangan Pendidikan Di Luar Jawa
Kamis, 03 September 2020 - 15:05 WIB
Di saat seperti ini, ternyata masih banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. Seperti yang dilakukan oleh Yayasan Iman, Pengharapan dan Kasih (IPEKA), pengelola Sekolah Kristen IPEKA. Di saat pandemi ini, tetap membangun sekolah baru di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sekolah yang bernama Sekolah Kristen IPEKA BALIKPAPAN II mulai dibangun pada Maret 2020, saat pandemi mulai menyapa Indonesia.
Yayasan IPEKA merupakan organisasi nirlaba yang mulai berdiri pada Mei 1978. Sekolah Kristen IPEKA beroperasi pertama kali pada Juli 1979. Sekolah Kristen IPEKA. Saat ini Sekolah IPEKA telah berdiri di 13 lokasi, yakni di Jakarta dan di luar pulau Jawa.
Saat ini pembangunan gedung sekolah tersebut terus berlangsung, diperkirakan akan rampung pada Mei 2021. Direncanakan para siswa pun sudah bisa memulai kegiatan belajar pada Juli 2021. Dan untuk proses penerimaan siswa baru sudah dimulai sejak saat ini.
Balikpapan dipilih sebagai lokasi pembangunan sekolah ini, karena memang kota ini memiliki potensi yang cukup besar dalam meningkatkan kualitas SDM. Terbukti dengan pesatnya pertumbuhan nilai IPM di kota yang kini berusia 123 itu.
Tak hanya IPM yang meningkat, pada 2015 lalu Balikpapan pun dinobatkan sebagai The Most Lovable Sustainable City for 2015 atau kota paling dicintai di dunia dalam kampanye "We Love Cities". Penghargaan ini merupakan bagian dari program WWF’s Earth Hour City Challenge 2015.
Ikut Mencerdaskan Bangsa
Kehadiran sekolah baru memang dibutuhkan oleh masyarakat Balikpapan. Seperti yang disampaikan olehAnggota Komisi IV DPRD Balikpapan Ardiansyah. Menurutnya, hampir setiap tahun di Balikpapan saat mulai tahun ajaran baru terjadi permasalahan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Di tahun 2020 inipun terjadi hal yang sama mulai dari tingkat sekolah SD, SMP, hingga SMA/SMK. (Baca juga : Capaian Pendidikan Rendah, DPR: Kemendikbud Harus Buat 'Ramuan Mujarab')
Masalah ini terjadi akibat tidak sebandingnya, antara jumlah murid lulus sekolah dengan jumlah sekolah yang ada di Balikpapan. Kekurangan sekolah ini memang tengah dicari solusinya, namun saat ini masih terkendala karena adanya pandemi. Seluruh sumberdaya pemerintah baik di pusat maupun daerah dikerahkan untuk sesegara mungkin mengakhiri pandemi ini.
Yayasan IPEKA merupakan organisasi nirlaba yang mulai berdiri pada Mei 1978. Sekolah Kristen IPEKA beroperasi pertama kali pada Juli 1979. Sekolah Kristen IPEKA. Saat ini Sekolah IPEKA telah berdiri di 13 lokasi, yakni di Jakarta dan di luar pulau Jawa.
Saat ini pembangunan gedung sekolah tersebut terus berlangsung, diperkirakan akan rampung pada Mei 2021. Direncanakan para siswa pun sudah bisa memulai kegiatan belajar pada Juli 2021. Dan untuk proses penerimaan siswa baru sudah dimulai sejak saat ini.
Balikpapan dipilih sebagai lokasi pembangunan sekolah ini, karena memang kota ini memiliki potensi yang cukup besar dalam meningkatkan kualitas SDM. Terbukti dengan pesatnya pertumbuhan nilai IPM di kota yang kini berusia 123 itu.
Tak hanya IPM yang meningkat, pada 2015 lalu Balikpapan pun dinobatkan sebagai The Most Lovable Sustainable City for 2015 atau kota paling dicintai di dunia dalam kampanye "We Love Cities". Penghargaan ini merupakan bagian dari program WWF’s Earth Hour City Challenge 2015.
Ikut Mencerdaskan Bangsa
Kehadiran sekolah baru memang dibutuhkan oleh masyarakat Balikpapan. Seperti yang disampaikan olehAnggota Komisi IV DPRD Balikpapan Ardiansyah. Menurutnya, hampir setiap tahun di Balikpapan saat mulai tahun ajaran baru terjadi permasalahan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Di tahun 2020 inipun terjadi hal yang sama mulai dari tingkat sekolah SD, SMP, hingga SMA/SMK. (Baca juga : Capaian Pendidikan Rendah, DPR: Kemendikbud Harus Buat 'Ramuan Mujarab')
Masalah ini terjadi akibat tidak sebandingnya, antara jumlah murid lulus sekolah dengan jumlah sekolah yang ada di Balikpapan. Kekurangan sekolah ini memang tengah dicari solusinya, namun saat ini masih terkendala karena adanya pandemi. Seluruh sumberdaya pemerintah baik di pusat maupun daerah dikerahkan untuk sesegara mungkin mengakhiri pandemi ini.
Lihat Juga :