Kongres Keluarga Maslahat NU, Ketua PBNU: Jadi Vaksin Tren Perkembangan Pergaulan
Jum'at, 31 Januari 2025 - 14:06 WIB
Sedangkan yang kedua, Festival Keluarga Indonesia yang digelar pada 1-2 Februari 2025 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.
Keduanya memiliki satu tujuan untuk meningkatkan peran keluarga dalam memberi kontribusi positif terhadap pada kehidupan sekitar baik dari aspek antarindividu dalam keluarga hingga pada lingkungan yang lebih luas. Beda dari keduanya adalah pada output dan strategi yang akan dilahirkan.
Gus Yahya mengungkapkan bahwa gerakan ini harus sesegera mungkin dibangun dan dikembangkan secara mandiri tanpa harus menunggu kerja sama dengan pihak lainnya.
"Gerakan ini harus kita bangun dan kembangkan sendiri bahkan tidak menunggu nunggu kerja sama dengan pihak manapun agar bisa segera kita rancang dan eksekusi," katanya.
Ia menyampaikan bahwa hal ini berkaitan kemaslahatan NU dan juga akan meminta bantuan para kiai untuk kelancaran program ini. Gus Yahya menjelaskan tujuan diadakan pembinaan persolatan ini untuk mengajak para keluarga di kalangan NU mengerti dan memahami mengenai hal ini dimulai dari bersuci sebelum solat.
"Kita minta ada gerakan untuk binaan ini mengajak keluarga untuk mengerti dan memahami mengenai persolatan ini dimulai thoharoh atau bersuci," katanya.
Gus Yahya menyampaikan melalui ikhtiar yang dilakukan NU dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia.
“InsyaAllah semoga hadir dengan barakah uang nyata untuk kita semua, untuk kemaslahatan keluarga kita, kemaslahatan Indonesia tercinta, dan kemaslahatan kemanusiaan. semoga ikhtiar ini dapat mencapai seluruh maksud baiknya,” katanya.
Senada, Pengarah Kongres Keluarga Maslahat NU, Alissa Wahid menyampaikan bahwa Kongres Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama merupakan bentuk khidmah NU melalui kegiatan dan program kepada masyarakat Indonesia.
“Kongres ini merupakan konsolidasi khidmah NU untuk langsung melayani keluarga Indonesia dan upaya konsolidasi keluarga internal NU melalui kegiatan atau program dari keluarga maslahat NU,” katanya.
Keduanya memiliki satu tujuan untuk meningkatkan peran keluarga dalam memberi kontribusi positif terhadap pada kehidupan sekitar baik dari aspek antarindividu dalam keluarga hingga pada lingkungan yang lebih luas. Beda dari keduanya adalah pada output dan strategi yang akan dilahirkan.
Gus Yahya mengungkapkan bahwa gerakan ini harus sesegera mungkin dibangun dan dikembangkan secara mandiri tanpa harus menunggu kerja sama dengan pihak lainnya.
"Gerakan ini harus kita bangun dan kembangkan sendiri bahkan tidak menunggu nunggu kerja sama dengan pihak manapun agar bisa segera kita rancang dan eksekusi," katanya.
Ia menyampaikan bahwa hal ini berkaitan kemaslahatan NU dan juga akan meminta bantuan para kiai untuk kelancaran program ini. Gus Yahya menjelaskan tujuan diadakan pembinaan persolatan ini untuk mengajak para keluarga di kalangan NU mengerti dan memahami mengenai hal ini dimulai dari bersuci sebelum solat.
"Kita minta ada gerakan untuk binaan ini mengajak keluarga untuk mengerti dan memahami mengenai persolatan ini dimulai thoharoh atau bersuci," katanya.
Gus Yahya menyampaikan melalui ikhtiar yang dilakukan NU dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia.
“InsyaAllah semoga hadir dengan barakah uang nyata untuk kita semua, untuk kemaslahatan keluarga kita, kemaslahatan Indonesia tercinta, dan kemaslahatan kemanusiaan. semoga ikhtiar ini dapat mencapai seluruh maksud baiknya,” katanya.
Senada, Pengarah Kongres Keluarga Maslahat NU, Alissa Wahid menyampaikan bahwa Kongres Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama merupakan bentuk khidmah NU melalui kegiatan dan program kepada masyarakat Indonesia.
“Kongres ini merupakan konsolidasi khidmah NU untuk langsung melayani keluarga Indonesia dan upaya konsolidasi keluarga internal NU melalui kegiatan atau program dari keluarga maslahat NU,” katanya.
Lihat Juga :