Di Konferensi Internasional Terumbu Karang, Waka BRIN Ajak Ilmuwan Kerja Sama Riset

Sabtu, 14 Desember 2024 - 16:41 WIB
“Akibat menurunnya kualitas air laut, maka banyak pertumbuhan terumbu karang yang terganggu. Selain terumbu karang, maka hutan bakau, rumput laut, ikan, dan berbagai biota laut juga ikut terganggu. Secara keseluruhan terjadi gangguan ekosistem kelautan hingga beberapa periode ke depan,” katanya.

Prof. Amarulla Octavian menyampaikan berbagai teknologi canggih yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan restorasi terumbu karang yang terganggu, sekaligus monitoring perkembangan kesehatan laut. Berbagai hasil riset BRIN juga ditampilkan sebagai upaya mengundang para ilmuwan kelautan internasional untuk bekerja sama melakukan riset dan menunjukkan kredibilitas dan komitmen Pemerintah Indonesia mendukung program-program PBB sesuai tujuan United Nations on Sustainable Development Goals (SDG).

Baca juga: Waka BRIN Kunjungi Dislitbang TNI AL Bahas Riset Sistem Senjata Drone

Konferensi internasional yang dibuka secara resmi oleh Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Victor Gustaf Manoppo ini dipimpin oleh Chairman of Conference Prof. Indroyono Susilo.

Selain Prof. Amarulla Octavian, pembicara kunci lainnya yakni, Deputi Sumberdaya Kelautan Kemenko Pangan Dandy Satria Iswara, dan Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaludin Jompa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!