Banyak Spesies Indonesia Terancam Punah: Bagaimana Cara Menyelamatkannya?
Jum'at, 06 Desember 2024 - 14:38 WIB
Badiah mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan spesies-spesies tersebut dari jurang kepunahan. Untuk Badak Sumatera, upaya yang sudah dilakukan berupa pengembangbiakkan spesies secara semialami. Upaya pengembangbiakkan itu dilakukan di Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) Taman Nasional Way Kambas.
“Itu kita sudah berhasil melahirkan 5 anak badak. Setiap tahun satu. Nah, itu upaya mengembangbiakkan secara semi alami karena kalau kita biarkan di kawasan Taman Nasional tanpa ada ring-ringnya itu, perburuan masih ada,” katanya.
Kemudian, pihaknya menginisiasi untuk pengembangbiakkan dengan menggunakan ART yakni Assisted Reproductive Technology dan Bio Bank.
“Untuk Badak Jawa, di samping memperketat perlindungan dan pengamanannya, kita juga sedang membuat jaringan namanya Javan Rhino Sanctuary yang nantinya juga dengan pola pengembangbiakkan semialami. Harapannya keanekaragaman genetiknya bisa diselamatkan untuk keberlangsungan populasinya yang lebih panjang,” ujarnya.
Terkait Gajah Sumatera, pemerintah sudah mengidentifikasi dan memverifikasi banyaknya konflik antara manusia dan gajah. “Salah satunya penguatan regulasinya yang di tahun 2023 tebit Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2023 karena banyaknya jerat, banyaknya konflik,” katanya.
Inpres tersebut bersama UU Nomor 32 Tahun 2024 dibuat agar seluruh sektor memperhatikan sebaran atau kantong-kantong habitat dari spesies yang terancam punah agar tidak banyak terjadi konflik. Peraturan tersebut diharapkan juga mampu mengurangi jumlah konflik antara manusia dan Harimau Sumatera.
“Itu kita sudah berhasil melahirkan 5 anak badak. Setiap tahun satu. Nah, itu upaya mengembangbiakkan secara semi alami karena kalau kita biarkan di kawasan Taman Nasional tanpa ada ring-ringnya itu, perburuan masih ada,” katanya.
Kemudian, pihaknya menginisiasi untuk pengembangbiakkan dengan menggunakan ART yakni Assisted Reproductive Technology dan Bio Bank.
“Untuk Badak Jawa, di samping memperketat perlindungan dan pengamanannya, kita juga sedang membuat jaringan namanya Javan Rhino Sanctuary yang nantinya juga dengan pola pengembangbiakkan semialami. Harapannya keanekaragaman genetiknya bisa diselamatkan untuk keberlangsungan populasinya yang lebih panjang,” ujarnya.
Terkait Gajah Sumatera, pemerintah sudah mengidentifikasi dan memverifikasi banyaknya konflik antara manusia dan gajah. “Salah satunya penguatan regulasinya yang di tahun 2023 tebit Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2023 karena banyaknya jerat, banyaknya konflik,” katanya.
Inpres tersebut bersama UU Nomor 32 Tahun 2024 dibuat agar seluruh sektor memperhatikan sebaran atau kantong-kantong habitat dari spesies yang terancam punah agar tidak banyak terjadi konflik. Peraturan tersebut diharapkan juga mampu mengurangi jumlah konflik antara manusia dan Harimau Sumatera.
Lihat Juga :