Kemenhut dan WWF Indonesia Kembali Jalin Kerja Sama Konservasi Satwa Langka
Kamis, 06 Februari 2025 - 17:33 WIB
loading...
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan penandatanganan MoU dengan Yayasan WWF Indonesia. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Setelah sempat terhenti selama lima tahun, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjalin kerja sama dengan Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan di Kantor Kementerian Kehutanan pada Rabu (5/2/2025), dengan disaksikan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar.
Raja Juli Antoni menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat berjalan lebih produktif dibanding sebelumnya. "Saya merasa sangat senang dan gembira, setelah jeda lima tahun, akhirnya Kementerian Kehutanan dan WWF kembali menandatangani MoU. Kerja sama yang tertunda ini bisa kita lanjutkan, bahkan Insyaallah akan lebih produktif," ujar Raja Antoni dalam keterangannya, Kamis (6/2/2025).
Lebih lanjut, Menhut menegaskan, pihaknya selalu terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak selama bertujuan produktif dan bermanfaat bagi lingkungan. Salah satu prioritas kerja sama ini adalah pengelolaan tanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto untuk koridor gajah di Aceh.
"Kami sangat terbuka terhadap kerja sama dengan siapa pun, selama tujuannya baik dan produktif. Dengan WWF, kita memiliki banyak rencana kerja, salah satunya adalah pengelolaan koridor gajah di Aceh yang telah diserahkan oleh Pak Presiden. Ini merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian gajah serta ekosistem hutan kita," katanya.
CEO Yayasan WWF Indonesia, Aditya Bayunanda, menyatakan kegembiraannya atas terjalinnya kembali kerja sama dengan Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan Raja Antoni. Ia menegaskan WWF Indonesia siap membantu pemerintah dalam konservasi dan pengelolaan satwa langka yang terancam punah.
"Tentu saja harapan kami adalah dapat kembali berkontribusi dalam menjaga konservasi, terutama bagi satwa langka dan endangered. Ini selaras dengan program pemerintah dan arahan Pak Menteri. Kami siap bekerja dengan prinsip saling menghormati dan komunikasi yang baik untuk memajukan pengelolaan konservasi di Indonesia," ujar Aditya.
Salah satu fokus utama WWF Indonesia dalam kerja sama ini adalah pembangunan sanctuary gajah di Aceh. Aditya menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis (UPT) terkait untuk menyusun rencana aksi.
Raja Juli Antoni menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat berjalan lebih produktif dibanding sebelumnya. "Saya merasa sangat senang dan gembira, setelah jeda lima tahun, akhirnya Kementerian Kehutanan dan WWF kembali menandatangani MoU. Kerja sama yang tertunda ini bisa kita lanjutkan, bahkan Insyaallah akan lebih produktif," ujar Raja Antoni dalam keterangannya, Kamis (6/2/2025).
Lebih lanjut, Menhut menegaskan, pihaknya selalu terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak selama bertujuan produktif dan bermanfaat bagi lingkungan. Salah satu prioritas kerja sama ini adalah pengelolaan tanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto untuk koridor gajah di Aceh.
"Kami sangat terbuka terhadap kerja sama dengan siapa pun, selama tujuannya baik dan produktif. Dengan WWF, kita memiliki banyak rencana kerja, salah satunya adalah pengelolaan koridor gajah di Aceh yang telah diserahkan oleh Pak Presiden. Ini merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian gajah serta ekosistem hutan kita," katanya.
CEO Yayasan WWF Indonesia, Aditya Bayunanda, menyatakan kegembiraannya atas terjalinnya kembali kerja sama dengan Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan Raja Antoni. Ia menegaskan WWF Indonesia siap membantu pemerintah dalam konservasi dan pengelolaan satwa langka yang terancam punah.
"Tentu saja harapan kami adalah dapat kembali berkontribusi dalam menjaga konservasi, terutama bagi satwa langka dan endangered. Ini selaras dengan program pemerintah dan arahan Pak Menteri. Kami siap bekerja dengan prinsip saling menghormati dan komunikasi yang baik untuk memajukan pengelolaan konservasi di Indonesia," ujar Aditya.
Salah satu fokus utama WWF Indonesia dalam kerja sama ini adalah pembangunan sanctuary gajah di Aceh. Aditya menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis (UPT) terkait untuk menyusun rencana aksi.
Lihat Juga :