100 Dokter Gugur Terpapar COVID-19, Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Berduka

Senin, 31 Agustus 2020 - 18:01 WIB
Tantangan penanganan COVID-19 berhadapan langsung dengan kegiatan masyarakat yang hampir normal kembali. Masyarakat sudah beraktivitas, entah untuk bekerja ataupun berwisata. Pemerintah memang mencanangkan adaptasi kenormalan baru, tetapi kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan rendah.

“Semantara ingar-bingar warga yang menikmati kebiasaan baru nyaris tak terbendung seolah tidak mengindahkan bahaya. Negara dan kita tidak boleh alpa menaruh iba dan cinta para pejuang COVID-19 di benteng terakhir, serta nasib setiap warga bangsa yang wajib dilindungi,” terang Haedar Nashir.

Pandemi ini tidak bisa dihadapi oleh satu pihak saja, misalnya pemerintah atau masyarakat. PP Muhammadiyah mengajak semua pihak bersatu dalam penanggulangan pandemi COVID-19. (Baca juga: 100 Dokter Gugur karena Corona, PKS Usul Bikin Monumen Tenaga Medis)

Hal ini untuk meringankan beban para tenaga medis yang harus berjibaku dengan pasien-pasien COVID-19. “Beban berat ini menjadi lebih ringan untuk disangga, ketika kita bersama. Selamat jalan para pahlawan kusuma bangsa,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!