Maju Jadi Calon Pemimpin PII, Prof ATM Bertekad Bangun Peradaban Keinsinyuran Humanis
Rabu, 20 November 2024 - 16:48 WIB
Menjelang Kongres PII tahun 2024 di Yogyakarta, tercatat 10 calon yang membidik kursi Wakil Ketua Umum PII periode 2024-2027. Salah satunya Prof Dr Agus Taufik Mulyono, Guru Besar Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM. Foto: Ist
JAKARTA - Menjelang penyelenggaraan Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tahun 2024 pada 6-7 Desember 2024 di Yogyakarta, tercatat ada 10 calon yang membidik kursi Wakil Ketua Umum PII periode 2024-2027.
Salah satunya Prof Dr Agus Taufik Mulyono yang saat ini menjadi Guru Besar Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pria kelahiran Pasuruan, 17 Agustus 1965 yang akrab dipanggil Prof ATM ini menyampaikan tekadnya untuk membawa perubahan positif dan membangun peradaban humanis di lingkungan PII.
Baca juga: Pembangunan IKN Jadi Katalisator Tingkatkan Kompetensi Insinyur
Dengan motto "Insinyur Beradab yang Humanis", Prof ATM yang memiliki jejak panjang di dunia konstruksi akan mengusung visi Membangun Peradaban Insinyur melalui Praktik Keinsinyuran yang Humanistik.
Dia menuturkan seorang insinyur bisa salah dalam menjalankan pekerjaannya jika dalam langkahnya tidak didasarkan pada etika profesi.
"Seorang insinyur harus selalu mengingat bahwa apa yang dirancang, dibuat atau dibangunnya adalah untuk manusia. Maka selalu ke depankanlah manusia dan nilai kemanusiaan. Itulah humanistik," ujarnya di Pluit, Jakarta Utara, belum lama ini.
Ayah tiga anak ini mengatakan, pentingnya menempatkan manusia dan nilai kemanusiaan dalam praktik keinsinyuran. Jika manusia dan nilai kemanusiaan diabaikan, maka cita-cita terwujudnya Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi sebatas mimpi.
Menurut dia, yang dikelola PII adalah para insinyur atau manusia yang akan terjun di berbagai lini kehidupan, dan berkarya baik di perusahaan, pemerintahan, ataupun sebagai peneliti/akademisi.
Ketua Forum Penilai Ahli Kegagalan Bangunan ini melihat ada banyak malapraktik dalam praktik keinsinyuran yang membawa dampak kerusakan baik kerusakan jasmani maupun rohani.
"Saya ingin memperjuangkan hal itu, bagaimana membawa kesadaran kepada para insinyur Indonesia bahwa ilmu pengetahuan yang dia praktikkan harus mengedepankan nilai kemanusiaan. Dan tidak boleh ada malapraktik," ucapnya.
Sehingga menjadi misinya untuk membawa PII yang sudah berdiri sejak 23 Mei 1952 ini untuk selalu mengingatkan para insinyur Indonesia untuk selalu memegang tinggi etika profesi.
Jika terpilih Prof ATM berjanji akan membangun peradaban insinyur yang:
1. Humanistik berintegritas, adaptif, futuristik, yang berkarakter dan bermoral dalam praktik keinsinyuran;
2. Mengedepankan kepedulian, dan tanggung jawab terhadap nilai manusia dan kemanusiaan, serta menjaga harkat dan martabat insinyur dalam bingkai kesetaraan;
3. Membudayakan kepatuhan etika profesi dalam praktik keinsinyuran.
Salah satunya Prof Dr Agus Taufik Mulyono yang saat ini menjadi Guru Besar Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pria kelahiran Pasuruan, 17 Agustus 1965 yang akrab dipanggil Prof ATM ini menyampaikan tekadnya untuk membawa perubahan positif dan membangun peradaban humanis di lingkungan PII.
Baca juga: Pembangunan IKN Jadi Katalisator Tingkatkan Kompetensi Insinyur
Dengan motto "Insinyur Beradab yang Humanis", Prof ATM yang memiliki jejak panjang di dunia konstruksi akan mengusung visi Membangun Peradaban Insinyur melalui Praktik Keinsinyuran yang Humanistik.
Dia menuturkan seorang insinyur bisa salah dalam menjalankan pekerjaannya jika dalam langkahnya tidak didasarkan pada etika profesi.
"Seorang insinyur harus selalu mengingat bahwa apa yang dirancang, dibuat atau dibangunnya adalah untuk manusia. Maka selalu ke depankanlah manusia dan nilai kemanusiaan. Itulah humanistik," ujarnya di Pluit, Jakarta Utara, belum lama ini.
Ayah tiga anak ini mengatakan, pentingnya menempatkan manusia dan nilai kemanusiaan dalam praktik keinsinyuran. Jika manusia dan nilai kemanusiaan diabaikan, maka cita-cita terwujudnya Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi sebatas mimpi.
Menurut dia, yang dikelola PII adalah para insinyur atau manusia yang akan terjun di berbagai lini kehidupan, dan berkarya baik di perusahaan, pemerintahan, ataupun sebagai peneliti/akademisi.
Ketua Forum Penilai Ahli Kegagalan Bangunan ini melihat ada banyak malapraktik dalam praktik keinsinyuran yang membawa dampak kerusakan baik kerusakan jasmani maupun rohani.
"Saya ingin memperjuangkan hal itu, bagaimana membawa kesadaran kepada para insinyur Indonesia bahwa ilmu pengetahuan yang dia praktikkan harus mengedepankan nilai kemanusiaan. Dan tidak boleh ada malapraktik," ucapnya.
Sehingga menjadi misinya untuk membawa PII yang sudah berdiri sejak 23 Mei 1952 ini untuk selalu mengingatkan para insinyur Indonesia untuk selalu memegang tinggi etika profesi.
Jika terpilih Prof ATM berjanji akan membangun peradaban insinyur yang:
1. Humanistik berintegritas, adaptif, futuristik, yang berkarakter dan bermoral dalam praktik keinsinyuran;
2. Mengedepankan kepedulian, dan tanggung jawab terhadap nilai manusia dan kemanusiaan, serta menjaga harkat dan martabat insinyur dalam bingkai kesetaraan;
3. Membudayakan kepatuhan etika profesi dalam praktik keinsinyuran.
Lihat Juga :