Indonesia Komitmen Paris Agreement, Siapkan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Selasa, 12 November 2024 - 08:04 WIB
Hashim menjelaskan program baru yang disiapkan Pemerintahan Prabowo Subianto di antaranya adalah pengembangan energi sebesar 100 Gigaton, di mana 75 GT di antaranya adalah EBT. Termasuk di dalamnya adalah pembangkit listrik tenaga bayu, tenaga air, panas bumi, tenaga surya, panas bumi, dan nuklir.
Hashim juga menyebut tentang penyimpanan karbon di perut bumi melalui teknologi CCS. Indonesia memiliki potensi CCS hingga 500 GT karbon.
Terkait dengan nilai ekonomi karbon, Hashim mengatakan Indonesia memiliki cadangan karbon kredit 577 juta ton yang akan ditawarkan ke berbagai negara dan pihak yang berminat untuk mendukung pembiayaan dalam pengendalian perubahan iklim di Indonesia.
Lebih lanjut Hashim juga mengatakan, Presiden Prabowo sudah setuju melakukan rehabilitasi besar-besaran pada hutan yang terdegradasi. Kegiatan itu dilakukan dengan memperhatikan keanekaragaman hayati. "Rehabilitasi tidak dengan monokultur tetapi berbagai spesies tanaman termasuk untuk pakan bagi satwa liar," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengajak semua pihak, termasuk pelaku bisnis untuk mengelola hutan lestari. "Hutan harus kita jaga dan lindungi sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.
Hashim juga menyebut tentang penyimpanan karbon di perut bumi melalui teknologi CCS. Indonesia memiliki potensi CCS hingga 500 GT karbon.
Terkait dengan nilai ekonomi karbon, Hashim mengatakan Indonesia memiliki cadangan karbon kredit 577 juta ton yang akan ditawarkan ke berbagai negara dan pihak yang berminat untuk mendukung pembiayaan dalam pengendalian perubahan iklim di Indonesia.
Lebih lanjut Hashim juga mengatakan, Presiden Prabowo sudah setuju melakukan rehabilitasi besar-besaran pada hutan yang terdegradasi. Kegiatan itu dilakukan dengan memperhatikan keanekaragaman hayati. "Rehabilitasi tidak dengan monokultur tetapi berbagai spesies tanaman termasuk untuk pakan bagi satwa liar," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengajak semua pihak, termasuk pelaku bisnis untuk mengelola hutan lestari. "Hutan harus kita jaga dan lindungi sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.
Lihat Juga :