Penyatuan Jerman Bisa Jadi Model Reunifikasi Korea

Sabtu, 02 November 2024 - 16:27 WIB
Lee Bongki, Peneliti di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional. Foto/Istimewa
Lee Bongki

Peneliti di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional



SEJAK reunifikasi damai Jerman pada 3 Oktober 1990, istilah "persiapan untuk reunifikasi" telah menjadi bagian dari wacana umum di Korea Selatan. Bagi Korea Selatan, yang telah lama bercita-cita bersatu kembali dengan Korea Utara, model Jerman menjadi contoh yang berharga.

Hal ini memberikan harapan bahwa Korea juga dapat mengikuti jalan Jerman menuju reunifikasi, sekaligus memunculkan perasaan malu karena belum tercapainya reunifikasi. Seperti yang ditunjukkan oleh situasi politik di bekas wilayah Jerman Timur 34 tahun setelah reunifikasi, proses integrasi pascareunifikasi membutuhkan usaha jangka panjang yang sulit dicapai hanya melalui integrasi ekonomi.

Dengan kata lain, integrasi sosial dan budaya sama pentingnya dengan upaya ekonomi. Secara garis besar, proses integrasi Jerman dapat dibagi menjadi dua fase: fase pertama didominasi oleh integrasi ekonomi, sementara pada fase kedua berbagai masalah terungkap seperti integrasi sosial dan budaya akibat belum sepenuhnya tertanamnya demokrasi.

Segera setelah reunifikasi, lebih dari 9 juta warga Jerman Timur yang sebelumnya aktif dalam kegiatan ekonomi menghadapi pengangguran, yang menyebabkan krisis eksistensial. Di tengah situasi tersebut, konflik internal pascareunifikasi di Jerman, khususnya di wilayah bekas Jerman Timur, awalnya terselubung oleh kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan krisis ekonomi ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!