Perjalanan Karier Militer Prabowo: Lulus Akmil 1974 hingga Terima Pangkat Jenderal Bintang 4 Kehormatan

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 11:35 WIB
Saat awal dinasnya, Prabowo banyak mengabdikan diri di pasukan khusus Angkatan Darat, Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha). Pada 1976, dia pernah dipercaya menjadi Komandan Peleton Grup I Kopassandha yang menjadi salah satu bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur.

Menariknya, Prabowo waktu itu masih berumur sekitar 26 tahun. Alhasil, dia menjadi salah satu komandan termuda dalam operasi Tim Nanggala.

Mengutip laman Kementerian Pertahanan, Prabowo juga pernah menjadi Komandan Kompi Komando Grup 1 Kopassandha pada 1977. Beberapa tahun berselang, dia ditunjuk menjadi Wakil Komandan Detasemen-81 Kopassus (1983-1985).

Pada 1985, Prabowo mendapat penugasan baru di luar Korps Baret Merah yakni Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara Kostrad (1985-1987), Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987-1991), hingga Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang 1/Kostrad (1991-1993).

Pada 1993, Prabowo kembali ke Korps Baret Merah. Dia mendapat tugas sebagai Komandan Grup 3/Pusat Pelatihan Pasukan Khusus.

Beberapa waktu setelahnya, Prabowo ditunjuk menjadi Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus (1994). Lalu, dia diangkat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus tahun 1995.

Saat bertugas menjadi Danjen Kopassus, Korps Baret Merah mencatatkan sejumlah pencapaian apik. Salah satunya adalah keberhasilan Operasi Mapenduma atau penyelamatan peneliti Ekspedisi Lorentz '95 yang disekap Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!