Mendagri Dorong Pengembangan Gim di Daerah untuk Buka Lapangan Kerja
Senin, 07 Oktober 2024 - 20:49 WIB
Tito menyampaikan, gim telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak hingga orang dewasa di Indonesia. Sayangnya, Indonesia belum menggali potensi tersebut dengan maksimal, padahal menjadi negara dengan penduduk terbesar nomor empat di dunia. Gim yang ada di Indonesia masih didominasi oleh produk dari luar negeri.
“Melalui ekonomi kreatif ini, di samping dapat mendapatkan tambahan atau lapangan pekerjaan, keuangan, dan lain-lain, saya melihatnya lebih jauh lagi, bagi teman-teman di daerah juga bisa mendapatkan PAD, Pendapatan Asli Daerah,” ucapnya.
Baca juga: Momen Bersejarah, Kepala Daerah Dapat Arahan Langsung dari Presiden di IKN
Manfaat berikutnya dari pengembangan gim lokal yaitu bisa menjadi sarana sosialisasi untuk program-program pemerintah pusat maupun daerah. Mendagri memberi contoh gim terkait penanganan stunting, gim tentang pariwisata, gim tentang konservasi lingkungan, hingga gim tentang kepatuhan di jalan raya.
“Di samping itu yang penting lagi saya kira, manfaat bagi nasionalisme, karena kita tahu bahwa dalam era globalisasi ini, dominasi antarnegara tetap dilakukan untuk hegemoni. Selama ini instrumen yang digunakan militer, sekarang sudah beralih pada non-militer,” ungkapnya.
“Melalui ekonomi kreatif ini, di samping dapat mendapatkan tambahan atau lapangan pekerjaan, keuangan, dan lain-lain, saya melihatnya lebih jauh lagi, bagi teman-teman di daerah juga bisa mendapatkan PAD, Pendapatan Asli Daerah,” ucapnya.
Baca juga: Momen Bersejarah, Kepala Daerah Dapat Arahan Langsung dari Presiden di IKN
Manfaat berikutnya dari pengembangan gim lokal yaitu bisa menjadi sarana sosialisasi untuk program-program pemerintah pusat maupun daerah. Mendagri memberi contoh gim terkait penanganan stunting, gim tentang pariwisata, gim tentang konservasi lingkungan, hingga gim tentang kepatuhan di jalan raya.
“Di samping itu yang penting lagi saya kira, manfaat bagi nasionalisme, karena kita tahu bahwa dalam era globalisasi ini, dominasi antarnegara tetap dilakukan untuk hegemoni. Selama ini instrumen yang digunakan militer, sekarang sudah beralih pada non-militer,” ungkapnya.
Lihat Juga :