Klaim Gerakan Moral, KAMI Inkonsisten Jika Berubah Jadi Parpol
Kamis, 27 Agustus 2020 - 18:28 WIB
"Seperti Nasdem, begitu juga Perindo juga kan berawal dari ormas juga, ormas Perindo dulu, lalu membangun infrastruktur partai dari pusat sampai daerah, lalu deklarasi," imbuhnya.
Dengan klaim sebagai gerakan moral tetapi faktanya menjadi sebuah partai politik di kemudian hari, menurut Karyono akan menjadi persepsi negatif di dalam ingatan publik bahwa KAMI inkonsisten di kemudian hari. "Secara etika dan moral ya KAMI inkonsisten dari semangat awal. Nah, itu akan menjadi catatan buruk dan menjadi memori kolektif publik, pasti akan dicatat itu," papar Karyono.
Lebih lanjut, Karyono sependapat dengan sindiran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut banyak orang yang ingin jadi Presiden di dalam KAMI. Menurut Karyono pernyataan Megawati itu wajar sebab KAMI juga gerakan politik praktis.
"Menurut saya sih apa yang disampaikan Ibu Mega itu ya wajar-wajar saja, masuk akal juga kalau ada pernyataan Ibu Mega yang mengatakan ada banyak yang mau jadi presiden. Saya melihat gerakan KAMI itu tidak sekedar gerakan moral tetapi gerakan berbau politik praktis," jelas Karyono. (Baca juga: Jokowi Kembali Tegaskan Pangkas Eselon PNS Tanpa Kurangi Pendapatan)
Sehingga wajar saja jika ada pihak-pihak termasuk Megawati yang mensinyalir ada kepentingan Pilpres dibalik gerakan KAMI itu. "Sebagian besar yang ada di KAMI kan residu dari pertarungan politik di 2019," tandasnya.
Dengan klaim sebagai gerakan moral tetapi faktanya menjadi sebuah partai politik di kemudian hari, menurut Karyono akan menjadi persepsi negatif di dalam ingatan publik bahwa KAMI inkonsisten di kemudian hari. "Secara etika dan moral ya KAMI inkonsisten dari semangat awal. Nah, itu akan menjadi catatan buruk dan menjadi memori kolektif publik, pasti akan dicatat itu," papar Karyono.
Lebih lanjut, Karyono sependapat dengan sindiran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut banyak orang yang ingin jadi Presiden di dalam KAMI. Menurut Karyono pernyataan Megawati itu wajar sebab KAMI juga gerakan politik praktis.
"Menurut saya sih apa yang disampaikan Ibu Mega itu ya wajar-wajar saja, masuk akal juga kalau ada pernyataan Ibu Mega yang mengatakan ada banyak yang mau jadi presiden. Saya melihat gerakan KAMI itu tidak sekedar gerakan moral tetapi gerakan berbau politik praktis," jelas Karyono. (Baca juga: Jokowi Kembali Tegaskan Pangkas Eselon PNS Tanpa Kurangi Pendapatan)
Sehingga wajar saja jika ada pihak-pihak termasuk Megawati yang mensinyalir ada kepentingan Pilpres dibalik gerakan KAMI itu. "Sebagian besar yang ada di KAMI kan residu dari pertarungan politik di 2019," tandasnya.
(kri)
Lihat Juga :