Skor Indikator Budaya Digital Masyarakat Indonesia Turun

Sabtu, 21 September 2024 - 13:00 WIB
Penurunan nilai toleransi budaya itu biasanya terjadi di media sosial yang kerap memberikan narasi-narasi negatif. Parahnya, algoritma ketertarikan membuat seseorang akan disuapi terus menerus dengan informasi tersebut.

Semua itu terungkap dalam Webinar Obral Obrol Literasi Digital (OOTD) bertajuk Etika Digital: Menjaga Tradisi, Merajut Inovasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jumat, 20 September 2024.

“Di sisi lain teknologi juga menjadi kesempatan membuat kita terpecah. Dengan teknologi apalagi di media sosial kita bisa berinteraksi secara anonim yang membuat kita lebih berani. Algoritma di media sosial seperti informasi yang menggema. Ketika narasi-narasi yang didapat menjadi suatu yang negatif itu yang kemudian membuat kita terpolarisasi,” ujar Program Officer Asia Search for Common Ground, Gracia Satya Widi Respati, Sabtu (21/9/2024).

Namun jika teknologi digital dapat dimanfaatkan dengan baik nilai toleransi dan tradisi budaya yang menjadi wajah Indonesia dapat tersebar ke seluruh belahan dunia. Sebaliknya, jika warga Indonesia memiliki etika yang buruk maka perspektif dunia terhadap negeri ini juga akan menjadi tidak baik.

Director Paberik Soeraja Rakjat Rane Hafied mengatakan dalam kehidupan sehari-hari tak terkecuali ketika beraktivitas di dunia digital harus menerapkan nilai-nilai Pancasila untuk menunjukan wajah Indonesia yang sesungguhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!