Meluaskan Manfaat Zakat untuk Pahlawan Pendidikan
Kamis, 27 Agustus 2020 - 11:46 WIB
Meluaskan Manfaat Zakat untuk Pahlawan Pendidikan
BOGOR - Tak diadakannya kegiatan belajar-mengajar di sekolah menjadi tantangan tersendiri bagi Ardi, guru di Sekolah Dasar Negeri Cimapag Barat 1, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Aktivitas pendidikan yang dipindahkan ke rumah masing-masing dan memanfaatkan teknologi tak sepenuhnya membantu mereka (guru dan murid) di Cimapag. Pasalnya, jaringan internet yang sedianya menjadi medium penyambung ilmu dari guru ke murid tak bisa dirasakan dengan baik.
Kampung tersebut terletak di pelosok Bogor. Aksesnya harus melewati hutan sawit serta pengunungan dengan jalur menanjak dan menurun curam. Fasilitas jalan banyak yang sudah rusak dan berbatu. Selain jaringan internet sulit didapat, sebagian murid yang tak memiliki gawai pintar pun menjadi kendala.
“Akses kesini saja susah, internet juga,” kata Ardi yang sudah bertahun-tahun mengabdikan dirinya sebagai guru ini.
Sebagai guru, gaji Ardi per bulan hanya Rp200 ribu. Saat sebelum pandemi Covid-19, pembayaran gaji dilakukan secara rapel per tiga bulan. Sedangkan sejak pandemi ini, gajinya dibayar per bulan. Walau sekarang mendapatkan gaji per bulan, namun jumlahnya tak berbeda. Ardi pun harus tetap mengabdikan diri untuk pendidikan sambil mencari pekerjaan lain demi menghidupi keluarga.
Mengetahui kondisi ini, pada Kamis (20/8/2020) kemarin, Global Zakat - ACT berkesempatan bertemu kembali dengan Ardi, setelah sebelumnya pertemuan berlangsung pada Desember 2019 lalu. Kali ini, Global Zakat menyerahkan paket pangan untuk guru sebagai apresiasi pengabdian mereka di tengah keterbatasan ekonomi serta kepungan pandemi Covid-19.
Aktivitas pendidikan yang dipindahkan ke rumah masing-masing dan memanfaatkan teknologi tak sepenuhnya membantu mereka (guru dan murid) di Cimapag. Pasalnya, jaringan internet yang sedianya menjadi medium penyambung ilmu dari guru ke murid tak bisa dirasakan dengan baik.
Kampung tersebut terletak di pelosok Bogor. Aksesnya harus melewati hutan sawit serta pengunungan dengan jalur menanjak dan menurun curam. Fasilitas jalan banyak yang sudah rusak dan berbatu. Selain jaringan internet sulit didapat, sebagian murid yang tak memiliki gawai pintar pun menjadi kendala.
“Akses kesini saja susah, internet juga,” kata Ardi yang sudah bertahun-tahun mengabdikan dirinya sebagai guru ini.
Sebagai guru, gaji Ardi per bulan hanya Rp200 ribu. Saat sebelum pandemi Covid-19, pembayaran gaji dilakukan secara rapel per tiga bulan. Sedangkan sejak pandemi ini, gajinya dibayar per bulan. Walau sekarang mendapatkan gaji per bulan, namun jumlahnya tak berbeda. Ardi pun harus tetap mengabdikan diri untuk pendidikan sambil mencari pekerjaan lain demi menghidupi keluarga.
Mengetahui kondisi ini, pada Kamis (20/8/2020) kemarin, Global Zakat - ACT berkesempatan bertemu kembali dengan Ardi, setelah sebelumnya pertemuan berlangsung pada Desember 2019 lalu. Kali ini, Global Zakat menyerahkan paket pangan untuk guru sebagai apresiasi pengabdian mereka di tengah keterbatasan ekonomi serta kepungan pandemi Covid-19.
Lihat Juga :