Kesahajaan Paus dan Kewibawaan Imam Besar Istiqlal
Jum'at, 06 September 2024 - 17:00 WIB
Dalam konteks relasi antarnegara, kunjungan Paus juga membangkitkan banyak memori kesejarahan tentang hubungan panjang antara Indonesia dan Tahta Suci. Sejak 1947, Tahta Suci menjadi negara yang cukup awal mengakui kedaulatan bangsa kita, mendukung kemerdekaan, dan menjalin hubungan bilateral. Ini berarti, bagi Indonesia, Tahta Suci Vatikan adalah saudara tua. Tak ayal kalau kedatangan Paus kali ini benar-benar menggambarkan hubungan yang dalam dan penuh keakraban.
Salah satu momen yang menyita perhatian adalah momen Imam Besar Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mencium kening Paus, lalu setelah itu Paus pun mencium tangan Imam Besar. Momen yang barangkali sulit kita temukan dalam banyak kesempatan pertemuan tokoh-tokoh dunia. Momen yang secara alamiah membuat seluruh media sontak meng-capture dan mengabadikan, lalu semua orang yang merasakan kesejukan ini masing-masing membagikan via sosial medianya.
Hemat kami, ini momen yang paling epic. Paus yang dalam sejumlah warta diberitakan datang dengan penuh kesahajaan dan kesederhanaan, dijemput dengan Innova Zenic, istirahat tidak di hotel mewah tapi cukup di kedutaan, seperti gayung bersambut dengan Imam Besar Istiqlal yang kemarin tampil dengan penuh kewibawaan.
Biasanya, kita melihat Imam Besar Istiqlal tampil dengan jubah warna hitam dan lengkap dengan songkok nasional, tapi dalam momen bersama Paus kemarin agak berbeda. Imam Besar tampak mengenakan jubah putih, sorban putih di bahu, dan semakin sempurna dengan lilitan sorban pada kopiah putih yang beliau kenakan. Sangat indah. Sepertinya, Imam Besar benar-benar menjiwai bahwa Allah adalah zat yang Maha Indah dan menyukai keindahan. "Innallaaha jamiil yuhibbul jamaal" (Al Hadith).
Sempat pula terlintas di benak penulis, dari sekian banyak tokoh yang tersohor dan juga punya pengaruh, kenapa Imam Besar yang mendapatkan spotlight / sorot cahaya? Jawabannya tak lain, "Tuizzu Man Tasyaa". Allah memuliakan seseorang yang Dia kehendaki. Begitupun sebaliknya.
Salah satu momen yang menyita perhatian adalah momen Imam Besar Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mencium kening Paus, lalu setelah itu Paus pun mencium tangan Imam Besar. Momen yang barangkali sulit kita temukan dalam banyak kesempatan pertemuan tokoh-tokoh dunia. Momen yang secara alamiah membuat seluruh media sontak meng-capture dan mengabadikan, lalu semua orang yang merasakan kesejukan ini masing-masing membagikan via sosial medianya.
Hemat kami, ini momen yang paling epic. Paus yang dalam sejumlah warta diberitakan datang dengan penuh kesahajaan dan kesederhanaan, dijemput dengan Innova Zenic, istirahat tidak di hotel mewah tapi cukup di kedutaan, seperti gayung bersambut dengan Imam Besar Istiqlal yang kemarin tampil dengan penuh kewibawaan.
Biasanya, kita melihat Imam Besar Istiqlal tampil dengan jubah warna hitam dan lengkap dengan songkok nasional, tapi dalam momen bersama Paus kemarin agak berbeda. Imam Besar tampak mengenakan jubah putih, sorban putih di bahu, dan semakin sempurna dengan lilitan sorban pada kopiah putih yang beliau kenakan. Sangat indah. Sepertinya, Imam Besar benar-benar menjiwai bahwa Allah adalah zat yang Maha Indah dan menyukai keindahan. "Innallaaha jamiil yuhibbul jamaal" (Al Hadith).
Sempat pula terlintas di benak penulis, dari sekian banyak tokoh yang tersohor dan juga punya pengaruh, kenapa Imam Besar yang mendapatkan spotlight / sorot cahaya? Jawabannya tak lain, "Tuizzu Man Tasyaa". Allah memuliakan seseorang yang Dia kehendaki. Begitupun sebaliknya.
Lihat Juga :