Saksikan Super Garuda Shield, Panglima Indo Pasifik AS Dukung Modernisasi Pertahanan Indonesia
Selasa, 03 September 2024 - 18:05 WIB
Selama kunjungannya, Paparo meninjau peluncuran langsung sistem roket artileri mobilitas tinggi dalam serangan gabungan dan menghadiri latihan staf operasional serta latihan siber untuk Super Garuda Shield 2024. Ini merupakan pertama kalinya komponen siber diikutsertakan dalam latihan, memungkinkan peserta untuk lebih siap menghadapi potensi ancaman siber.
“Saya harus mengatakan betapa saya mengagumi pekerjaan yang telah Anda semua lakukan. Lihat ke kiri, lihat ke kanan, lihat pria atau wanita di sebelah Anda dan lihatlah betapa miripnya kita, betapa kita bisa belajar dari satu sama lain, bagaimana kita bisa bermitra satu sama lain, dan bagaimana kita bisa membayangkan masa depan kita,” katanya.
Baca juga: Amerika Serikat, Indonesia, dan Delapan Negara Ikuti Latma Super Garuda Shield 2024
“Darat, udara, laut, siber, informasi, semuanya sekaligus. Kami tidak melakukan ini untuk memproyeksikan kekuatan, kami melakukan ini untuk menunjukkan kemauan. Sebuah upaya agar kita tidak perlu berperang,” tambah Paparo.
Super Garuda Shield adalah latihan militer terbesar antara Amerika Serikat dan Indonesia yang melibatkan negara-negara tambahan sejak 2022. Tahun ini, personel militer dari Amerika Serikat, Indonesia, Australia, Kanada, Prancis, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Selandia Baru berpartisipasi, bersama pengamat dari Brasil, Brunei, Fiji, Jerman, India, Malaysia, Belanda, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Timor-Leste, dan Vanuatu.
“Saya harus mengatakan betapa saya mengagumi pekerjaan yang telah Anda semua lakukan. Lihat ke kiri, lihat ke kanan, lihat pria atau wanita di sebelah Anda dan lihatlah betapa miripnya kita, betapa kita bisa belajar dari satu sama lain, bagaimana kita bisa bermitra satu sama lain, dan bagaimana kita bisa membayangkan masa depan kita,” katanya.
Baca juga: Amerika Serikat, Indonesia, dan Delapan Negara Ikuti Latma Super Garuda Shield 2024
“Darat, udara, laut, siber, informasi, semuanya sekaligus. Kami tidak melakukan ini untuk memproyeksikan kekuatan, kami melakukan ini untuk menunjukkan kemauan. Sebuah upaya agar kita tidak perlu berperang,” tambah Paparo.
Super Garuda Shield adalah latihan militer terbesar antara Amerika Serikat dan Indonesia yang melibatkan negara-negara tambahan sejak 2022. Tahun ini, personel militer dari Amerika Serikat, Indonesia, Australia, Kanada, Prancis, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Selandia Baru berpartisipasi, bersama pengamat dari Brasil, Brunei, Fiji, Jerman, India, Malaysia, Belanda, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Timor-Leste, dan Vanuatu.
Lihat Juga :