Gempa dan Tsunami di Zona Megathrust Tidak Bisa Diprediksi, BMKG Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 20 Agustus 2024 - 22:02 WIB
“Nah, ini ada banyak segmen. Segmen yang 11, ini sudah lepas. Dengan magnitudo beragam ya. Nah, ini yang ditonjolkan adalah magnitudo yang tinggi. Yang kecil-kecil itu enggak dibahas ya. Yang tinggi M8,4, M8,7, M8,5, sudah lepas. Nah, yang belum itu adalah segmen nomor 7 (Megathrust Selat Sunda-Banten potensi M8,7) dan segmen nomor 4 (Megathrust Mentawai-Siberut potensi M8,9),” papar Dwikorita sambil menunjukkan data.

Baca juga: Zona Megathrust di Indonesia Berpotensi Picu Tsunami, Ini Titik-titiknya

Dari catatan-catatan itu, kata Dwikorita, BMKG menginisiasi terbentuknya Konsorsium Gempabumi dan Tsunami di Indonesia. “Menurut para pakar, para pakar gempa di Indonesia itu banyak. Makanya kami juga membentuk Konsorsium Gempabumi dan Tsunami nasional. BMKG sangat membutuhkan konsorsium itu karena di situlah sumber ilmu dan ilmunya sangat dibutuhkan untuk pengembangan inovasi teknologi yang ada di BMKG,” pungkas dia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!