Alim Ulama Bentuk Presidium Penyelamat Organisasi NU
Senin, 19 Agustus 2024 - 17:24 WIB
Gus Salam mengatakan, setelah Pemilu 2024, manuver politik PBNU ternyata tidak berhenti. Dengan dalih ingin membenahi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), elite PBNU membuka front terbuka untuk menyerang PKB baik secara kelembagaan maupun personal. Mereka mempertotonkan aksi-aksi kebulatan tekad hingga gelar pasukan untuk menunjukkan keseriusan dalam berkonflik dengan saudara mereka sendiri.
"Situasi ini membuat miris kami semua, betapa hanya untuk target-target politik segelintir orang mereka menggunakan tegas mempolitisasi PBNU untuk menyerang sesama Nahdliyin," katanya.
Manuver politik elite PBNU, kata Gus Salam, sangat meresahkan Nahdliyin. Agresivitas elite PBNU juga merusak marwah NU sebagai entitas keagamaan yang didirikan para ulama untuk menjadi pengayom bangsa. "Situasi ini tentu meresahkan dan membuat kebingungan di akar rumpur nahdliyin," katanya.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, lanjut Gus Salam, sejumlah kiai NU memutuskan untuk membentuk Presidium Penyelamat Organisasi NU (PPONU). Wadah ini sebagai sarana komunikasi sekaligus koordinasi untuk menyiapkan ajang Muktamar Luar Biasa NU.
"Tugas utama presidium melakukan koordinasi, konsolidasi, dan menyosialisasikan Amanah Bangkalan kepada para pengasuh pesantren, PWNU-PCNU se-Indonesia, PCINU se-dunia, badan otonom, dan lembaga NU," ujarnya.
"Situasi ini membuat miris kami semua, betapa hanya untuk target-target politik segelintir orang mereka menggunakan tegas mempolitisasi PBNU untuk menyerang sesama Nahdliyin," katanya.
Manuver politik elite PBNU, kata Gus Salam, sangat meresahkan Nahdliyin. Agresivitas elite PBNU juga merusak marwah NU sebagai entitas keagamaan yang didirikan para ulama untuk menjadi pengayom bangsa. "Situasi ini tentu meresahkan dan membuat kebingungan di akar rumpur nahdliyin," katanya.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, lanjut Gus Salam, sejumlah kiai NU memutuskan untuk membentuk Presidium Penyelamat Organisasi NU (PPONU). Wadah ini sebagai sarana komunikasi sekaligus koordinasi untuk menyiapkan ajang Muktamar Luar Biasa NU.
"Tugas utama presidium melakukan koordinasi, konsolidasi, dan menyosialisasikan Amanah Bangkalan kepada para pengasuh pesantren, PWNU-PCNU se-Indonesia, PCINU se-dunia, badan otonom, dan lembaga NU," ujarnya.
(abd)
Lihat Juga :