Pengamat Soroti Kader Parpol Ganda Isran Noor Jelang Pilkada 2024

Senin, 19 Agustus 2024 - 16:25 WIB
"Saya kira perilaku semacam itu tidak bijaksana. Karena politik tidak melulu tentang kekuasaan, tapi juga tanggung jawab moral," kata Fakhruddin, Senin (19/8/2024).

Baca juga: Ini Komitmen Isran Noor dan Hadi Mulyadi untuk Mensejahterakan Guru di Kaltim

Menurut Fakhruddin, sebagai calon pejabat publik, politisi perlu memberikan pendidikan positif kepada masyarakat, agar tidak dianggap membenarkan keyakinan negatif publik. "Bahwa politik adalah seni untuk memperoleh kekuasaan dengan cara apapun," katanya.

Fakhruddin mengingatkan, bahwa dalam Pancasila, demokrasi politik merujuk pada sila keempat. "Nah, perlu diingat di situ ada frase 'dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan'. Artinya, sejak awal kebijaksanaan adalah hal yang penting dalam politik Indonesia," jelas dia.

Karena itu, kata Fakhruddin, pemimpin ideal bukan yang hanya mampu menelurkan kebijakan, tapi juga memiliki kebijaksanaan. "Bayangkan, kebijakan macam apa yang kelak akan lahir kalau sejak awal sudah seperti itu," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Riset dan Program Puspoll Indonesia Chamad Hojin juga mempertanyakan integritas dan konsistensi politik Isran Noor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!