Berkat Kepemimpinan Airlangga, Golkar Telah Mencapai Posisi Strategis di Peta Politik Nasional

Selasa, 13 Agustus 2024 - 08:22 WIB
Baca juga: Airlangga Mundur Jadi Ketum Golkar, PKB: Muktamar di Bali Insya Allah Aman

"Airlangga masih sangat kuat dalam posisinya saat ini, dan keberadaannya penting dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan koalisi. Terlebih, saat ini Golkar menjadi salah satu partai utama yang akan menentukan arah kepemimpinan Indonesia lima tahun ke depan,” kata Firdaus, Senin (11/8/2024).

Menurut Firdaus, langkah yang diambil Airlangga luar biasa, terutama mengingat peran strategis Golkar dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM plus) yang sedang memimpin di kancah politik nasional. Firdaus menilai, peran dan kiprah Airlangga dalam politik telah berhasil memperkuat dan membesarkan Partai Golkar.

Keberhasilan Airlangga dalam memimpin Partai Golkar, menurut Firdaus, menjadikan pemilihan penggantinya sebagai langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan kedudukan politik dan muruah partai. "Golkar telah mencapai posisi strategis di peta politik nasional berkat kepemimpinan Airlangga. Oleh karena itu, pemilihan sosok yang tepat untuk meneruskan estafet kepemimpinan menjadi sangat penting," ujarnya.

Firdaus berpendapat agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan segera mengakhiri masa jabatannya dipertimbangkan menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Menurutnya, Jokowi adalah figur yang memiliki kapabilitas untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan partai.

Selain posisi ketua umum, Firdaus juga menyebut pentingnya pemilihan jajaran teras partai yang tepat, termasuk dewan pembina dan penasihat. Dalam pandangannya, sosok-sosok seperti Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Pembina, Aburizal Bakrie sebagai penasihat, dan Jokowi sebagai Ketua Umum, Ridwan Hisyam sebagai Sekretaris Jenderal, dan Ahmad Doli Kurnia Tandjung sebagai Ketua Harian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!