Kasus Korupsi Tol MBZ, Kuasa Hukum YM Anggap Dakwaan dan Tuntutan Tidak Terbukti
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 13:13 WIB
Penasihat hukum Yudi Mahyudin, Raden Aria Riefaldhy menyesalkan majelis hakim dalam memutuskan perkara kurang memperhatikan sejumlah fakta selama proses persidangan. FOTO/IST
JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat telah menjatuhkan pidana penjara 3 tahun dan denda Rp250 juta subsider 3 bulan penjara terhadap Ketua Panitia Lelang PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), Yudhi Mahyudin (YM) dalam perkara korupsi proyek pembangunan Tol Mohamed Bin Zayed (Tol MBZ).
Penasihat hukum YM, Raden Aria Riefaldhy menyesalkan majelis hakim dalam memutuskan perkara kurang memperhatikan sejumlah fakta selama proses persidangan, sehingga tidak maksimal.
"Kami menilai ada fakta-fakta yang tidak terungkap 100% yang seharusnya disampaikan di persidangan," kata Aria dalam keterangannya, Jumat (2/8/2024).
Aria menyebutkan, Majelis Hakim menjelaskan nilai kerugian keuangan negara Rp510 miliar merupakan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 29 Desember 2023. Hakim membebankan KSO Waskita-ACSET untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara tersebut.
Penasihat hukum YM, Raden Aria Riefaldhy menyesalkan majelis hakim dalam memutuskan perkara kurang memperhatikan sejumlah fakta selama proses persidangan, sehingga tidak maksimal.
"Kami menilai ada fakta-fakta yang tidak terungkap 100% yang seharusnya disampaikan di persidangan," kata Aria dalam keterangannya, Jumat (2/8/2024).
Aria menyebutkan, Majelis Hakim menjelaskan nilai kerugian keuangan negara Rp510 miliar merupakan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 29 Desember 2023. Hakim membebankan KSO Waskita-ACSET untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara tersebut.
Lihat Juga :