Sering Alami Krisis Kepercayaan Jadi Alasan Eks Anggota DPR Ini Maju Capim KPK
Selasa, 23 Juli 2024 - 21:42 WIB
Pieter kemudian menyoroti sejumlah peristiwa yang membuat lembaga ini sempat hilang kepercayaan dari publik. Sebut saja perseteruan "Cicak vs Buaya", insiden penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan hingga kasus pemerasan pimpinan KPK yang telah merusak tidak hanya reputasi KPK tetapi juga kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.
"Dengan berbagai prestasi dan pengalaman selama memimpin Komisi III DPR, di mana tugas sehari hari berinteraksi dengan KPK, Kejaksaan Agung, Polri, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Menko Polhukam, Komisi Yudisial, ombusdman, hingga elite partai, dan kunjungan rutin diberbagai provinsi di tanah air, akhirnya saya berharap masih mendapat kesempatan untuk mengabdi pada bangsa dan Negara,” tutur Pieter.
Baca juga: Profil 4 Pati Polri yang Ikut Seleksi Capim KPK, Ada Irjen Kementan dan Kapolda
"Masa depan KPK harus menjadi lembaga yang sejalan dan mendukung semua kebijakan Negara. KPK harus keluar dari jurang krisis dan berbagai persolan, KPK harus memiliki Integritas dan bisa dipercaya rakyat," imbuhnya.
Pieter menilai, saat ini KPK membutuhkan pemimpin yang bukan saja memiliki kompetensi, namun memiliki strategi pencegahan yang tepat untuk setiap potensi dan celah terhadap korupsi.
"Dengan berbagai prestasi dan pengalaman selama memimpin Komisi III DPR, di mana tugas sehari hari berinteraksi dengan KPK, Kejaksaan Agung, Polri, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Menko Polhukam, Komisi Yudisial, ombusdman, hingga elite partai, dan kunjungan rutin diberbagai provinsi di tanah air, akhirnya saya berharap masih mendapat kesempatan untuk mengabdi pada bangsa dan Negara,” tutur Pieter.
Baca juga: Profil 4 Pati Polri yang Ikut Seleksi Capim KPK, Ada Irjen Kementan dan Kapolda
"Masa depan KPK harus menjadi lembaga yang sejalan dan mendukung semua kebijakan Negara. KPK harus keluar dari jurang krisis dan berbagai persolan, KPK harus memiliki Integritas dan bisa dipercaya rakyat," imbuhnya.
Pieter menilai, saat ini KPK membutuhkan pemimpin yang bukan saja memiliki kompetensi, namun memiliki strategi pencegahan yang tepat untuk setiap potensi dan celah terhadap korupsi.
Lihat Juga :