Daftar Panglima TNI yang Menjabat di Masa 2 Presiden Berbeda, Nomor 1 Ajudan Presiden Soeharto

Senin, 22 Juli 2024 - 13:15 WIB
Karier Endriartono semakin melesat pada era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pada 9 Oktober 2000, Gus Dur melantik Endriartono sebagai KASAD menggantikan Jenderal Tyasno Sudarto.

Puncak karier militer Endriartono Sutarto adalah saat diangkat menjadi Panglima TNI oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Abituren Akademi Militer (Akmil) 1971 ini mengemban amanah sebagai orang nomor satu di TNI sejak 7 Juni 2002 hingga 13 Februari 2006.



3. Jenderal TNI Moeldoko

Panglima TNI lainnya yang merasakan menjabat dalam masa kepemimpinan dua presiden berbeda adalah Jenderal TNI Moeldoko. Dia menduduki jabatan tersebut pada 30 Agustus 2013 pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga 8 Juli 2015 di masa Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Saat ini, pria kelahiran Kediri, Jawa Timur 8 Juli 1957 menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1981 peraih penghargaan Adhi Makayasa ini dua kali menduduki jabatan strategis tersebut di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Moeldoko juga merupakan Jenderal TNI yang memiliki karier mentereng di militer. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya. Di antaranya, Pangdam XII/Tanjungpura pada 2010 dan Pangdam III/Siliwangi di tahun yang sama.

Kariernya terus melesat, Moeldoko diangkat menjadi Wakil Gubernur Lemhannas pada 2011, kemudian Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) pada 2013. Bagi Moeldoko, 2013 memiliki makna tersendiri karena berturut-turut kariernya terus melesat naik.

Dalam satu tahun yang singkat itu Moeldoko menduduki tiga jabatan strategis mulai dari Wakasad, kemudian diangkat menjadi KSAD, dan akhirnya dilantik menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono pada 30 Agustus 2013.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!