Daftar Panglima TNI yang Menjabat di Masa 2 Presiden Berbeda, Nomor 1 Ajudan Presiden Soeharto

Senin, 22 Juli 2024 - 13:15 WIB
Lama bertugas di lingkungan Istana dan keluarga Cendana, Wiranto kemudian dipercaya menjadi Kepala Staf Kodam Jayakarta pada 1993, tidak lama kemudian mendapat promosi jabatan menjadi Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) pada 1994.

Dua tahun memimpin teritorial di Ibu Kota, Wiranto kembali mendapat naik jabatan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada 1996. Bintang emas di pundaknya kembali bertambah menjadi tiga atau Letnan Jenderal (Letjen) TNI. Jabatan strategis yang pernah diemban oleh Presiden Soeharto.

Kariernya melejit, Wiranto kemudian diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 1997. Baru setahun bertugas, Wiranto kemudian diangkat Presiden Soeharto sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Panglima ABRI) pada 1998 hingga 1999. Wiranto menggantikan Jenderal TNI Feisal Tanjung yang memasuki masa purna tugas.

Setelah pensiun dari militer, Wiranto terjun ke dunia politik. Dia bergabung dengan Partai Golkar sebelum akhirnya mendirikan partai politik baru yakni, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wiranto dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).



2. Jenderal TNI Endriartono Sutarto

Salah satu Panglima TNI yang merasakan jabatan di dua presiden berbeda adalah Jenderal TNI Endriartono Sutarto. Dia menjabat Panglima TNI di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY).

Saat menduduki jabatan sebagai Panglima TNI, Endriartono Sutarto dinilai berhasil menjaga transisi kepemimpinan nasional dan netralitas TNI pada Pemilu 2024. Kala itu banyak politisi dan parpol yang mencoba menarik TNI ke gelanggang politik. TNI di bawah kepemimpinan Jenderal Endriartono Sutarto menentang keras tindakan tersebut.

Jenderal TNI kelahiran Purworejo, Jawa Tengah 20 April 1947 ini juga tercatat sebagai tentara yang memiliki karier di militer cukup mentereng. Dia pernah menjadi Komandan Kontingen Garuda IX, kemudian Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) pada 1997 – 1998.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!