Tersangka Penipuan Online, WNA China Raup Keuntungan Rp1,5 Triliun dari 4 Negara
Selasa, 16 Juli 2024 - 16:57 WIB
Himawan menjelaskan para pelaku akan mengirimkan 'blasting chat' melalui aplikasi WhatsApp dan Telegram dengan modus lowongan kerja.
"Menawarkan pekerjaan dengan cara menyelesaikan persoalan tugas-tugas," katanya.
Para korban, kata Himawan, akan diarahkan untuk top up saldo di platform web-based yang seolah-olah menyerupai platform asli seperti TikTok, Instagram, dan lainnya.
Baca juga: Polda Metro Usut Keterkaitan 2 Kasus Penipuan Modus Like and Subscribe YouTube
"Dengan iming-iming komisi yang besar. Setelah korban yakin dan melakukan investasi, uang sudah tidak dapat ditarik dan web akan menghilang," katanya.
"Menawarkan pekerjaan dengan cara menyelesaikan persoalan tugas-tugas," katanya.
Para korban, kata Himawan, akan diarahkan untuk top up saldo di platform web-based yang seolah-olah menyerupai platform asli seperti TikTok, Instagram, dan lainnya.
Baca juga: Polda Metro Usut Keterkaitan 2 Kasus Penipuan Modus Like and Subscribe YouTube
"Dengan iming-iming komisi yang besar. Setelah korban yakin dan melakukan investasi, uang sudah tidak dapat ditarik dan web akan menghilang," katanya.
(kri)
Lihat Juga :