Roy Suryo Bicara Peretasan PDN terkait Usulan Pemblokiran X
Sabtu, 29 Juni 2024 - 21:11 WIB
Padahal, kata Roy Suryo, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki alat canggih yang mampu mendeteksi konten pornografi ataupun judi online. Roy Suryo mempertanyakan untuk apa alat tersebut dimiliki Kominfo tapi tidak digunakan secara maksimal.
"Nah dengan Twitter mau ditutup atau X mau ditutup itu kan juga kita bilang, loh gimana sih pemerintah, itu kan Kominfo punya mesin yang sudah dibeli 5 tahun yang lalu, AIS namanya, yang dia bisa melakukan scrolling untuk mencari, ya pornografi, ya perjudian, itu dia bisa gitu, dia bisa menapis," katanya.
Atas langkah pemerintah tersebut, maka wajar jika masyarakat berasumsi sedemikan rupa. Bahkan jika dikaitkan dengan tentang judi online, peretasan di PDN Surabaya bisa jadi kelalaian pegawai yang sedang bermain judi online.
"Jadi orang wajar kalau kemudian mengkaitkan. Bahkan, konon ini juga terjadi gara-gara staf di Surabaya itu lalai malam-malam gitu. Mungkin dia ngapain, enggak ada kerjaan, dia enggak memantau dengan jelas, karena apa? Ya siapa tahu dia lagi main apa gitu, main judi online atau lagi mengakses situs tertentu gitu," ujarnya.
Dia menyebut, judi online dan situs pornografi bisa jadi salah satu cara atau pintu masuk hacker melakukan peretasan. "Nah itu kan mengakses judi online atau situs porno itu kan salah satu cara pintu masuk bagi hacker-hacker untuk bisa masuk, karena kalau dia masukin kata kunci," ujarnya.
"Nah dengan Twitter mau ditutup atau X mau ditutup itu kan juga kita bilang, loh gimana sih pemerintah, itu kan Kominfo punya mesin yang sudah dibeli 5 tahun yang lalu, AIS namanya, yang dia bisa melakukan scrolling untuk mencari, ya pornografi, ya perjudian, itu dia bisa gitu, dia bisa menapis," katanya.
Atas langkah pemerintah tersebut, maka wajar jika masyarakat berasumsi sedemikan rupa. Bahkan jika dikaitkan dengan tentang judi online, peretasan di PDN Surabaya bisa jadi kelalaian pegawai yang sedang bermain judi online.
"Jadi orang wajar kalau kemudian mengkaitkan. Bahkan, konon ini juga terjadi gara-gara staf di Surabaya itu lalai malam-malam gitu. Mungkin dia ngapain, enggak ada kerjaan, dia enggak memantau dengan jelas, karena apa? Ya siapa tahu dia lagi main apa gitu, main judi online atau lagi mengakses situs tertentu gitu," ujarnya.
Dia menyebut, judi online dan situs pornografi bisa jadi salah satu cara atau pintu masuk hacker melakukan peretasan. "Nah itu kan mengakses judi online atau situs porno itu kan salah satu cara pintu masuk bagi hacker-hacker untuk bisa masuk, karena kalau dia masukin kata kunci," ujarnya.
(abd)