BNPB Ungkap Tren Kejadian Bencana Dampak Erupsi Gunungapi Meningkat di 2024

Jum'at, 28 Juni 2024 - 17:57 WIB
Menurut hasil kaji cepat, kawasan Gunungapi Marapi baru memiliki dua sabo dam untuk banjir lahar hujan gunungapi. Hal itu menjadi salah satu faktor penyebab petaka yang ada di sana. Hingga tahun 2026 pemerintah menargetkan untuk membangun sabo dam di 56 titik.

Angka itu masih jauh jika dibanding dengan keberadaan sabo dam di kawasan Gunungapi Merapi yang mana hingga saat ini sudah ada sebanyak 200 lebih sabo dam sebagai jalur lahar.

“Di sana ada penghambat aliran lahar atau sabo dam. Di sini ada 200 lebih sudah dibangun. Sementara di Marapi baru dua. Kita bangun sampai 2026 rencananya ada 56 sabo dam,” jelas Suharyanto.

Selanjutnya, Gunungapi Ruang yang ada di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara. Suharyanto mengenang, jika pada saat itu pemerintah terlambat memberikan informasi peringatan dini dan tidak segera mengevakuasi warga maka kemungkinan besar akan jatuh korban jiwa.

“Ada Gunungapi Ruang di Sitaro. Meletus 2024. Untungnya kita segera memberikan informasi. Hitungannya jam. Terlambat sedikit kita memberikan informasi dan mengevakuasi masyarakat pasti ada korban. Karena di sana masih ada yang tinggal di kaki gunung sebanyak 830-an orang. Ada dua kampung habis disapu erupsi,” kenang Suharyanto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!