PKS Soroti Minimnya Dana Intelijen di Tengah Banyaknya Buronan Kejagung
Kamis, 13 Juni 2024 - 17:49 WIB
Suasana Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR bersama Kejagung dalam rangka membahas Rencana Anggaran Kerja (RAK) Tahun 2025 di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/6/2024). Foto: SINDOnews/Felldy Utama
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Nasir Djamil menyoroti minimnya anggaran atau dana intelijen di tengah banyaknya buronan dalam kasus yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) .
Hal ini disampaikan Nasir dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR bersama Kejagung dalam rangka membahas Rencana Anggaran Kerja (RAK) Tahun 2025 di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Baca juga: 5 Kepala Badan Intelijen Negara Pertama di Indonesia, Nomor 1 Dijuluki Bapak Intelijen
"Ini soal dana intelijen. Banyak yang menjadi DPO, yang sudah inkrah lalu dia melarikan diri, tidak tampak batang hidungnya sehingga perlu dicari. Tapi, anggaran untuk mencari sangat minim," ujar Nasir.
Hal ini disampaikan Nasir dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR bersama Kejagung dalam rangka membahas Rencana Anggaran Kerja (RAK) Tahun 2025 di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Baca juga: 5 Kepala Badan Intelijen Negara Pertama di Indonesia, Nomor 1 Dijuluki Bapak Intelijen
"Ini soal dana intelijen. Banyak yang menjadi DPO, yang sudah inkrah lalu dia melarikan diri, tidak tampak batang hidungnya sehingga perlu dicari. Tapi, anggaran untuk mencari sangat minim," ujar Nasir.
Lihat Juga :