Analis Sosial Politik Tegaskan KKN adalah Musuh Bersama
Senin, 10 Juni 2024 - 23:51 WIB
"Tapi cara dia naik tidak berintegritas, buat saya masalah besarnya di situ. Kita semua harus berangkat dari situ menolak cara-cara dapatkan jabatan dengan hal-hal yang sifatnya melanggar kepantasan. Kita sekarang lebih baik bicara kapasitas kepemimpinan," pungkasnya.
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad pun berpendapat serupa. Dia tidak mempermasalahkan usia calon pemimpin. Namun, dia mengingatkan, tidak boleh disertai praktik nepotisme dalam mencalonkan seorang pemimpin.
"Apa pun alasannya tidak pantas. Tahun 98 kita berjuang. Praktik KKN kita lawan. Sangat memprihatinkan kalau itu menjalar. Kita enggak boleh biarkan. Kita harus melawan," tandasnya.
Diketahui, acara diskusi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Para mahasiswa aktif bertanya dan memberikan tanggapan saat diskusi berlangsung.
Diskusi itu mengupas akan harapan anak muda yang ingin punya cita-cita dalam memimpin negara tanpa adanya campur tangan orang dalam sekaligus matinya demokrasi pada Pemilu 2024 yang berujung pada hadirnya pemimpin atas campur tangan kekuasaan pemerintah saat ini.
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad pun berpendapat serupa. Dia tidak mempermasalahkan usia calon pemimpin. Namun, dia mengingatkan, tidak boleh disertai praktik nepotisme dalam mencalonkan seorang pemimpin.
"Apa pun alasannya tidak pantas. Tahun 98 kita berjuang. Praktik KKN kita lawan. Sangat memprihatinkan kalau itu menjalar. Kita enggak boleh biarkan. Kita harus melawan," tandasnya.
Diketahui, acara diskusi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Para mahasiswa aktif bertanya dan memberikan tanggapan saat diskusi berlangsung.
Diskusi itu mengupas akan harapan anak muda yang ingin punya cita-cita dalam memimpin negara tanpa adanya campur tangan orang dalam sekaligus matinya demokrasi pada Pemilu 2024 yang berujung pada hadirnya pemimpin atas campur tangan kekuasaan pemerintah saat ini.
(rca)
Lihat Juga :