Twitter Ahli Wabah UI Dibajak, Fadli Zon Curiga Pelaku Peretas Akun Din
Kamis, 20 Agustus 2020 - 18:11 WIB
Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon menduga pelaku pembajakan akun Twitter Pandu Riono adalah pelaku pembajakan akun milik Din Syamsuddin dan Ahmad Dhani.
Dia menilai pelaku peretasan adalah pembajak demokrasi yang berlindung di balik kegelapan. "Pelaku pembajakan akun twitter ahli wabah UI Pandu Riono bisa jadi sama dengan pelaku yang membajak akun @AHMADDHANIPRAST dan @OpiniDin (Din Syamsuddin). Pembajak demokrasi yang berlindung di balik kegelapan," tulis Fadli melalui akun Twitternya, @fadlizon, Kamis (20/8/2020).(Baca juga: Akun Twitter Din Syamsuddin Dibajak, Isinya Penuh Kata-kata Provokatif )
Pembajakan akun Pandu Riono juga dikomentari para penghuni jagad media sosial Twitter, salah satunya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohammad Sohibul Iman. Dia menilai pembajakan akun Twitter ilmuan sebagai sebuah bencana.
"Penguasa yang kecanduan mencap orang-orang yang kritis sebagai lawan politik (bukan mitra demokrasi) maka ilmuan kritis pun dianggap lawan, lalu dijatuhkan reputasinya dengan cara-cara tidak beradab. Ini bencana. Semoga kita semua mau dan bisa menyetop keterlanjuran ini," tuturnya.
Dia menilai pelaku peretasan adalah pembajak demokrasi yang berlindung di balik kegelapan. "Pelaku pembajakan akun twitter ahli wabah UI Pandu Riono bisa jadi sama dengan pelaku yang membajak akun @AHMADDHANIPRAST dan @OpiniDin (Din Syamsuddin). Pembajak demokrasi yang berlindung di balik kegelapan," tulis Fadli melalui akun Twitternya, @fadlizon, Kamis (20/8/2020).(Baca juga: Akun Twitter Din Syamsuddin Dibajak, Isinya Penuh Kata-kata Provokatif )
Pembajakan akun Pandu Riono juga dikomentari para penghuni jagad media sosial Twitter, salah satunya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohammad Sohibul Iman. Dia menilai pembajakan akun Twitter ilmuan sebagai sebuah bencana.
"Penguasa yang kecanduan mencap orang-orang yang kritis sebagai lawan politik (bukan mitra demokrasi) maka ilmuan kritis pun dianggap lawan, lalu dijatuhkan reputasinya dengan cara-cara tidak beradab. Ini bencana. Semoga kita semua mau dan bisa menyetop keterlanjuran ini," tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :