Arti dan Makna Baret Cokelat yang Dipakai Dua Satuan Tempur Armed-Arhanud

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:42 WIB
Baca juga: Jenderal Dudung Resmikan 2 Batalyon Baru di NTT, Arhanud dan Armed

Dikutip dari laman resmi pussenarmed-tniad.mil.id, Kamis (30/5/3034), sejarah satuan ini dibentuk pada masa revolusi fisik, Kesenjataan Artileri lahir dalam bentuk suatu bagian dari Jawatan Persenjataan yaitu pada 4 Desember 1945.

Berkat kepemimpinan Mayor R.M. Pratikno Kusumo Soerjo Soemarno pada 4 Desember 1945, dibentuk dan disahkan Markas Artileri yang berkedudukan di Yogyakarta oleh Kepala Staf Umum Markas Besar Tentara Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo, bertepatan dengan hari jadi Artileri Internasional.

Pada 1 Juni 1946 disahkan pembentukan Inspektorat Artileri Angkatan Darat dengan Inspektur pertama R.M. Pratikno Kusumo Soerjo Soemarno dengan pangkat Letnan Kolonel (Letkol).

Selama Letkol R.M. Pratikno Kusumo Soerjo Soemarno menjabat sebagai pimpinan, kecabangan Artileri mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga Artileri di seluruh Indonesia dapat dipersatukan tanpa ada kesulitan.

Namun sangat disesalkan bahwa dalam Clash II, Pratikno dibunuh oleh gerombolan yang tak bertanggung jawab di Desa Djarowo, Boyolali pada 1 Januari 1949. Sepeninggal Pratikno, Artileri mengalami masa suram, sehingga Inspektorat Artileri diperkecil menjadi Markas Besar Komando Djawa (MBKD) bagian Artileri yang berkedudukan di Kota Baru Yogyakarta.

Pada 23 Februari 1950 Staf MBKD bagian Artileri diperintahkan untuk pindah ke Jakarta dengan Komandan Kapten Abdul Kadir Prawiraatmadja. Staf MBKD bagian Artileri diganti menjadi Komando Artileri Angkatan Darat yang berkedudukan di Kebon Sirih No. 46 Jakarta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!