794 Kejadian Bencana Melanda Indonesia Sejak Januari-Mei 2024
Rabu, 22 Mei 2024 - 07:30 WIB
“Sulawesi Selatan itu tanggap darurat bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang menimpa 6 kabupaten sebenarnya tetapi paling parah di Kabupaten Luwu. Hingga hari ini akses jalan sudah bisa ditempuh tetapi masih terbatas sehingga membutuhkan asistensi dan pendampingan BNPB,” kata Aam.
Menurut dia, bencana hidrometeorologi basah masih sangat dominan. “Dan di beberapa kondisi seperti yang sedang kita tangani di Sumatera Barat, meskipun kita berbicara lahar, hujan tetapi faktor pemicunya sebenarnya adalah kondisi cuaca, intensitas hujan tinggi yang kemudian membawa material-material vulkanik yang sebelumnya sudah tersimpan di hulu-hulu Sungai Marapi,” ungkapnya.
Dalam 10 hari terakhir pada Mei 2024 seharusnya sudah memasuki periode akhir musim peralihan hujan ke kemarau.
“Kita masih dominan bencana banjir. Meski dimulai pada 10 hari terakhir bulan Mei, artinya seharusnya sudah di penghujung musim peralihan dari hujan ke kemarau, namun masih kita lihat banyak sekali kejadian-kejadian banjir yang dipicu intensitas hujan tinggi,” ujarnya.
“Kalau kita lihat distribusi per spasialnya, itu ada di Sumatera kemudian Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur. Justru yang agak jarang laporan dalam dua minggu terakhir ini, kalau saya menghitungnya mungkin sudah 3 minggu terakhir yakni Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tambahnya.
Menurut dia, bencana hidrometeorologi basah masih sangat dominan. “Dan di beberapa kondisi seperti yang sedang kita tangani di Sumatera Barat, meskipun kita berbicara lahar, hujan tetapi faktor pemicunya sebenarnya adalah kondisi cuaca, intensitas hujan tinggi yang kemudian membawa material-material vulkanik yang sebelumnya sudah tersimpan di hulu-hulu Sungai Marapi,” ungkapnya.
Dalam 10 hari terakhir pada Mei 2024 seharusnya sudah memasuki periode akhir musim peralihan hujan ke kemarau.
“Kita masih dominan bencana banjir. Meski dimulai pada 10 hari terakhir bulan Mei, artinya seharusnya sudah di penghujung musim peralihan dari hujan ke kemarau, namun masih kita lihat banyak sekali kejadian-kejadian banjir yang dipicu intensitas hujan tinggi,” ujarnya.
“Kalau kita lihat distribusi per spasialnya, itu ada di Sumatera kemudian Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur. Justru yang agak jarang laporan dalam dua minggu terakhir ini, kalau saya menghitungnya mungkin sudah 3 minggu terakhir yakni Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tambahnya.
(jon)