Resesi di Depan Mata, Said Iqbal: Stop Mengeluh, Kita Harus Kreatif

Rabu, 19 Agustus 2020 - 14:44 WIB
“ILO memprediksi 30.000 jam kerja hilang, akan muncul orang miskin baru. China sebagai raksasa dunia, pertumbuhan ekonominya turun. Orang yang bekerja dan tetap miskin diprediksi berjumlah 18 juta,” tuturnya dalam diskusi daring dengan tema “Pemenuhan Hak Atas Pekerjaan Pada Masa Pandemi Covid-19”, Rabu (19/8/2020).

Said Iqbal menerangkan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja harus mendiskusikan tentang PHK dan kepastian kerja. KSPI meminta pemerintah adil dalam bersikap ketika menghadapi kontraksi ekonomi.

Dampak Covid-19 ini ada yang memprediksi lebih besar dari great depression. Amerika Serikat, menurutnya, baru bisa mengakhiri great depression pada perang dunia II. “Kita tidak ingin itu terjadi. Yang terdampak itu buruh dan teman-teman pengusaha,” ucapnya.

ILO juga membahas mengenai kepastian upah bagi pekerja. Ini merupakan salah satu instrumen daya beli dan konsumsi yang menopang perekonomian. Salah satu penyebab perekonomian Indonesia minus adalah turunnya konsumsi masyarakat.

(Baca: Tolak RUU Cipta Kerja, Buruh Demo Besar-besaran 25 Agustus 2020)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!