Keluar dari Gaza Tertunda, Relawan MER-C Pasrah dan Tetap Bantu Rumah Sakit

Jum'at, 10 Mei 2024 - 21:43 WIB
"Alhamdulillah kami bisa bantu mereka sebelum border (perbatasan) dibuka. Atas izin Allah, kami menerima apa pun bentuk takdir Allah, karena memang ini yang terbaik dari Allah. Doa kan kami tetap istikamah dalam tugas," kata Ita dalam keterangan, Jumat (10/5/2024).

Tim MER-C bertugas bersama Tim EMT dari Mercy Malaysia, membantu tenaga medis lokal memberikan pertolongan kepada para korban serangan. Selain di RS Kuwaiti, relawan EMT MER-C lainnya, yaitu dua perawat juga masih bertugas di klinik Tal Al-Sultan Primary Health Care Center.

Sejak Kamis pagi (9/5/2024), kedua relawan membantu melayani pasien dan korban luka-luka yang terus berdatangan. Sementara itu, RS An Najjar yang biasa menjadi lokasi tugas TIM EMT MER-C, saat ini sudah berhenti beroperasi.

Saat ini relawan MER-C yang masih berada di Gaza ada sekitar 12 orang. Sebelumnya, pada Senin (6/5/2024) aktifitas medis relawan MER-C sempat dihentikan perkara serangan darat Israel ke Rafah. Hal tersebut juga mengakibatkan pergerakan masuk dan keluar Gaza untuk semua Tim EMT dibawah koordinasi WHO ditunda, termasuk Tim EMT MER-C.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!