Guru Besar UGM: Konflik Palestina-Israel Rumit dan Tanpa Akhir

Rabu, 08 Mei 2024 - 16:57 WIB
“Kesepatakan silih berganti, yang tertuang dalam dokumen legal maupun politik. Ini menandai kerumitan situasi dan beragam faktor yang diperhitungkan dalam melakukan analisis dan solusi bagi bangsa dan negara Palestina,” kata Sigit.

“Ini konflik yang rumit dan berkepanjangan dikatakan dari waktu ke waktu tidak selesai. Kalau kita lihat kerangka waktu bahwa kita harus memulai dari hasil PBB 1947 tentang two state solution, ini pengingkaran terhadap negara Inggris yang semestinya adalah memberikan bangsa kepada palestina untuk menentukan nasib sendiri,” tambahnya.

Baca juga: 6 Alasan Israel Tetap Ngotot Rebut Rafah meski Dikecam Banyak Pihak

Sigit mengatakan fakta yang memprihatinkan yakni ketika belajar Perang Dunia II yang bisa saja terjadi jika konflik Palestina dan Israel terus dibiarkan. Apalagi, upaya perdamaian yang terus diupayakan sering gagal dan tidak menghasilkan.

“Seringkali dikatakan sudah berkali-kali mencoba mewujudkan perdamaian dan paling tidak sampai hari ini belum berakhir. Fakta yang memprihatinkan dan sangat mengkhawatirkan ketika kita belajar dari Perang Dunia ke-2 ataupun kekerasan yang terjadi di wilayah lain,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!