DPR Dorong Izin Obat COVID-19 Temuan Unair, BIN dan TNI Dipercepat

Senin, 17 Agustus 2020 - 16:41 WIB
"Uji klinisnya cepat karena kerjasama dengab TNI AD, satu klaster barunya itu Secapa AD di Bandung. Jadi syaratnya 600 orang, ternyata lebih 700 orang yang sudah mengikuti uji klinis tahap ketiga," sambungnya.

Sekadar diketahui sebelumnya, Rektor Universitas Airlangga M Nasih meminta semua pihak mendukung agar obat kombinasi COVID-19 temuan tim gabungan Unair, BIN, TNI AD, dan BPOM bisa segera mendapatkan izin produksi dan izin edar. Nasih menuturkan, walaupun obat itu berasal dari kombinasi berbagai macam obat, namun BPOM menganggapnya sebagai sesuatu yang baru. (Baca juga: Ahli Epidemiologi UI Siap Gugat Obat COVID-19 Unair Jika Terdaftar BPOM)

"Tentu karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan ini akan menjadi obat COVID-19 pertama di dunia," katanya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!