Pemudik: Contraflow Urai Kemacetan, tapi Mengundang Kecelakaan Maut
Jum'at, 12 April 2024 - 14:28 WIB
Meski begitu, rekayasa lalu lintas lawan arah dianggap riskan dan membahayakan. Alasan lainnya adalah tidak ada batasan maksimal kecepatan kendaraan yang melintas di lajur contraflow. Lalu, kurangnya pembatas antara contraflow dengan jalur reguler.
Baca juga: Masyarakat Puas dengan Sosialisasi dan Apresiasi Kebijakan One Way dan Contraflow
Karena itu, Lodi menyarankan seyogianya Korlantas Polri tidak lagi menggunakan contraflow untuk mengatur volume kendaraan. Sebagai gantinya, otoritas menerapkan one way atau satu arah.
“Sebenarnya bukan enggak efektif, cuman riskan terjadi terjadi kecelakaan, potensi kecelakaan makin besar, kek kemarin Gran Max itu kan, mungkin dia pecah ban terus lompat ke kanan langsung dihajar sama itu sih (bus),” paparnya.
“Tapi kalau one way kan walau pecah ban ambil ke kanan juga lebih aman. Contra flow sebenarnya kurang efektif, sebaiknya buka tutup kek di Bogor gitu, one way. One way lebih aman gitu,” lanjut dia.
Baca juga: Masyarakat Puas dengan Sosialisasi dan Apresiasi Kebijakan One Way dan Contraflow
Karena itu, Lodi menyarankan seyogianya Korlantas Polri tidak lagi menggunakan contraflow untuk mengatur volume kendaraan. Sebagai gantinya, otoritas menerapkan one way atau satu arah.
“Sebenarnya bukan enggak efektif, cuman riskan terjadi terjadi kecelakaan, potensi kecelakaan makin besar, kek kemarin Gran Max itu kan, mungkin dia pecah ban terus lompat ke kanan langsung dihajar sama itu sih (bus),” paparnya.
“Tapi kalau one way kan walau pecah ban ambil ke kanan juga lebih aman. Contra flow sebenarnya kurang efektif, sebaiknya buka tutup kek di Bogor gitu, one way. One way lebih aman gitu,” lanjut dia.
(rca)
Lihat Juga :