Antisipasi Lonjakan Kasus, Jabar Perkuat Kapasitas Fasilitas Kesehatan Covid-19
Jum'at, 01 Mei 2020 - 09:34 WIB
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Daud Achmad. (Foto: Yana/Humas Jabar)
KOTA BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) intens menginventarisasi ruang isolasi dan perawatan Covid-19 tambahan di sejumlah daerah. Hal tersebut sebagai upaya penguatan kesiap-siagaan menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19 seiring konsistensi rapid diagnostic test (RDT) masif.
Sekretaris yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, selain menambah rumah sakit rujukan, sejumlah pemerintah kabupaten/kota mengalihfungsikan gedung, hotel, maupun stadion menjadi pusat isolasi, perawatan, dan penginapan tenaga medis.
"Telah dikoordinasikan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar menyiapkan pusat-pusat isolasi. Khususnya, bagi mereka yang menunjukan hasil RDT positif (reaktif), tetapi belum bergejala sampai menunjukkan hasil test PCR negatif diarahkan untuk dilakukan isolasi di tempat khusus," kata Daud, Rabu (29/4/20).
Keberadaan pusat isolasi tambahan dapat menekan potensi penyebaran Covid-19. Selain itu, kehadiran tenaga medis akan memantau perkembangan gejala klinis warga Jabar yang terindikasi positif Covid-19 berdasarkan RDT dan meningkatkan kedisiplinan selama isolasi.
Sekretaris yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, selain menambah rumah sakit rujukan, sejumlah pemerintah kabupaten/kota mengalihfungsikan gedung, hotel, maupun stadion menjadi pusat isolasi, perawatan, dan penginapan tenaga medis.
"Telah dikoordinasikan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar menyiapkan pusat-pusat isolasi. Khususnya, bagi mereka yang menunjukan hasil RDT positif (reaktif), tetapi belum bergejala sampai menunjukkan hasil test PCR negatif diarahkan untuk dilakukan isolasi di tempat khusus," kata Daud, Rabu (29/4/20).
Keberadaan pusat isolasi tambahan dapat menekan potensi penyebaran Covid-19. Selain itu, kehadiran tenaga medis akan memantau perkembangan gejala klinis warga Jabar yang terindikasi positif Covid-19 berdasarkan RDT dan meningkatkan kedisiplinan selama isolasi.
Lihat Juga :