Jenderal Pemilik Wing Penerbang TNI AD, Nomor 1 Lulusan Terbaik di Tiga Pendidikan Militer Berbeda

Minggu, 24 Maret 2024 - 05:08 WIB
Karier Dudung terus menanjak. Dia diangkat menjadi Dankipan A Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama, Wadanyonif 410/Alugoro, Kasdim 0733/BS Semarang, Danyonif 143/tri Wira Eka Jaya, Dandim 0406/Musi Rawas, Dandim 0418/Palembang. Selanjutnya dipercaya menjadi Aspers Kasdam VII/Wirabuana, Danrindam II/Sriwijaya.

Dudung pecah bintang atau pangakt Brigjen ketika diangkat menjadi Wagub Akmil pada 2015. Setahun kemudian dimutasi menjadi Staf Khusus KSAD, Waaster KSAD. Pangkat bintang dua atau Mayjen diraih ketika ditunjuk menjadi Gubernur Akmil pada 2018 lalu Pangdam Jaya pada 2020. Selanjutnya pangkat Letjen TNI diraih Dudung ketika mkenjabat Pangkostrad pada 2021. Di tahun yang sama, Dudung dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi KSAD hingga 2023.

Sebagai tentara berkarier cemerlang, Dudung juga mengoleksi sejumlah brevet. Antara lain Brevet JUnior Officeer Combat Instructor Training - Indonesia (JOCIT-I), Master Parachustist Badge (US Army), Air Assault Badge (US Army), Wing Penerbang TNI AD kelas I, Brevet Kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Kualifikasi Para Raider, Brevet Kualifikasi Cakra Kostrad, Brevet Para Utama, Brevet Kualifikasi Gultor, dan Brevet Kualifikasi Taipur.

Selain itu, Dudung juga mendapatkan banyak brevet kehormatan, di antaranya Brevet Astros, Wing Penerbang TNI AU Kelas I, Combat Commander's Kagitingan (K) Badge - Armed Forces of the Philippines, Master Parachutist Badge - Singapore Army, Brevet Hiu Kencana, Brevet Intai Amfibi Korps Marinir, Brevet Anti-Teror Aspek Laut, Master Parachutist Badge - Royal Thai Army, Jumpmaster Badge - Royal Cambodian Army, Basic Military Free Fall Parachutist Badge (Singapore Army), Brevet Korps Artileri Pertahanan Udara, dan Brevet Master Gunner Arhanud.

4. Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo



FOTO/DOK.TNI AU

Jenderal pemilik Wing Penerbang TNI AD selanjutnya adalah Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Lulusan Akmil 1982 itu menduduki jabatan terakhir di militer sebagai Panglima TNI periode 8 Juli 2015-8 Desember 2017.

Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 13 Maret 1960 ini merupakan lulusan Akademi Militer (akmil) tahun 1982 dan berpengalaman di kecabangan infanteri baret hijau Kostrad. Setelah lulus pada 1982, Gatot pun dinas pertama sebagai Danton MO 81 Kiban Yonif 315 Dam II/Slw. Selama beberapa tahun, ia dikirim ke Papua sebagai Komandan Kodim, antara lain Dandim 1707 Merauke, kemudian Dandim 1701 Jayapura.

Jabatan teritorial yang pernah dijabatnya antara lain Komandan Korem Suryakencana dan Panglima Kodam Brawijaya. Kariernya pun terus menanjak hingga menjadi menjadi Gubernur Akmil pada 2010. Setahun setelahnya, ia menjabat sebagai Panglima Kodam V/Brawijaya pada 2011. Lalu, menjadi Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat pada 2011.

Pada 2013-2014, dia dipromosikan menjadi Panglima Komando Cabang Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir. Pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Gatot pun diangkat menjadi KSAD ke-30 tahun 2014. Puncak kariernya saat menjadi Panglima TNI pada usia 55 tahun menggantikan Jenderal Moeldoko. Ia menjadi Panglima TNI ke-16 yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta. Gatot mengemban amanat sebagai Panglima TNI dari 25 Juli 2014 hingga 15 Juli 2015. Lalu posisinya kemudian digantikan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Selama berkarier di militer, Gatot mengoleksi sejumlah brevet. Antara lain Brevet Hiu Kencana, Wing Penerbang TNI AU, Wing Penerbang TNI AD, Brevet Kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Para Dasar, dan Brevet Kualifikasi Intai Tempur (Taipur).

5. Jenderal TNI (Purn) George Toisutta



FOTO/Dinas Sejarah Angkatan Darat

Kemudian ada nama George Toistta yang masuk daftar Jenderal pemilik Wing Penerbang TNI AD. Jabatan terakhirnya di militer adalah KSAD periode 9 November 2009 – 30 Juni 2011.

Tentara kelahiran Makassar, 1 Juni 1953 itu memiliki karier militer yang cukup mentereng. Antara Danton I/C Yonif 741 BS/Kodam XVI/Udayana, Kasi-2 Ops Brigif 1/Jaya Sakti, Wadanyonif 201/Jaya Yudha/Brigif 1/Jaya Sakti, Dandim 1417/Kendari, dan Danrimdam II/Sriwijaya.

Goerge Toisutta pecah bintang ketika diangkat menjadi Kasdivif 1/Kostrad. Ia lalu dimutasi menjadi Kasgartap 1/Kodam Jaya dan Kasdam Jaya. Pangkatnya naik bintang 2 sebagai Pangkoops TNI di Aceh, Pangdiv 1/Kostrad, Pangdam XVII/Trikoram, dan Pangdam III/Siliwangi.

Selanjutnya, Goerge Toisutta diangkat menjadi Pangkostrad dan resmi berpangkat Letnan Jenderal atau bintang 3. Pada November 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuknya menjadi KSAD, sehingga pangkatnya naik menjadi jenderal bintang 4.

Sebagai tentara kaya pengalaman, George Toisutta memiliki banyak brevet. Antara lain Brevet Kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Hiu Kencana, Wing Penerbang TNI AD, Wing Penerbang TNI AU, Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor), Brevet Kualifikasi Raider, Brevet Para Dasar, Brevet Kualifikasi Mobil Udara, dan Brevet Kualifikasi Intai Tempur (Taipur).

6. Jenderal TNI (Purn) Moeldoko



FOTO/Adrian Cadiz

Dalam deretan Jenderal pemilik Wing Penerbang TNI AD ada juga nama Moeldoko. Jabatan terakhirnya di militer adalah Panglima TNI periode 30 Agustus 2013-8 Juli 2015.

Moeldoko dilahirkan di Desa Pesing, Kecamatan Purwosari, Kediri, Jawa Timur. Dia merupakan putra bungsu dari 12 bersaudara pasangan Moestaman dan Masfuah. Lahir di Kediri, 8 Juli 1957, Moeldoko adalah alumnus Akabri tahun 1981 dengan predikat terbaik dan berhak meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa.

Karier militer Moeldoko diawali dari Danton Yonif Linud 700/BS Kodam XIV/Hasanuddin. Selanjutnya kariernya terus menanjak sebagai Kasi Opserasi Yonif Linud 700/BS Kodam VII Wirabuana, Wakil Komandan Yonif 202/Tajimalela, Komandan Yonif 201/Jaya Yudha, Dandim 0501/Jakarta Pusat, dan Danrem 141/Toddopuli Watampone.

Moeldoko pecah bintang ketika dipromosikan menjadi Pa Sahli KSAD Bidang Ekonomi, kemudian Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD, dan Kasdam Jaya. Jenderal bintang 2 diraih ketika ditunjuk menjadi Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad, lalu Pangdam XII/Tanjungpura, dan Pangdam III/Siliwangi.

Selanjutnya, Moeldoko meraih bintang 3 (pangkat Letjen) saat diangkat menjadi Wakil Gubernur Lemhannas. Dua tahun kemudian dimutasi menjadi Wakil KSAD. Di tahun yang sama, tentara kelahiran Kediri, 8 Juli 1957 itu diangkat menjadi KSAD dan selanjutnya Panglima TNI hingga pensiun pada Juli 2015.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!