Guru Besar UGM Sesalkan Petisi Bulaksumur Tak Didengar Jokowi

Sabtu, 16 Maret 2024 - 12:52 WIB
Guru besar Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Koentjoro merasa Petisi Bulaksumur tidak didengar oleh Presiden Jokowi. Foto/MPI/riana rizkia
JAKARTA - Guru besar Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Koentjoro merasa Petisi Bulaksumur yang dibacakan pada Rabu, 31 Januari 2024 tidak pernah didengar Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Koentjoro pun mengaku tersinggung ketika petisi yang berisi kritik terhadap Presiden Jokowi hanya dianggap sebagai hak demokrasi. Padahal petisi itu dibuat karena para sivitas akademika merasa bahwa Jokowi telah melakukan tindakan penyimpangan terhadap proses demokrasi.



"Tetapi yang terjadi adalah Pak Jokowi hanya menganggap yang kita lakukan itu adalah hak demokrasi dan tidak pernah didengarkan apa isi yang kami mau," kata Koentjoro dalam Diskusi Sing Waras Sing Menang bertajuk 'Para Pendekar Turun Gunung' secara virtual, Sabtu (16/3/2024).

Baca juga: Petisi Bulaksumur Guru-guru Besar UGM Beri Peringatan untuk Jokowi

"Jujur Kami sangat tersinggung ketika dikatakan ini hak demokrasi, kenapa? Kita ini kan guru besar, pemikir bangsa, kita berikan masukan, tapi tidak didengarkan," sambungnya.

Koentjoro menjelaskan, sudah sepatutnya para guru besar bergerak ketika melihat ada sesuatu yang melenceng. Sehingga kritik yang disampaikan tidak bisa dianggap sebagai angin lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!