C1 Partai Perindo Ditutupi hingga Tak Terlihat, Ahmad Rofiq: Partai Sangat Dirugikan
Selasa, 27 Februari 2024 - 10:50 WIB
Sekjen DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengatakan bahwa hampir setiap dapil Sirekap KPU seolah-olah tak menampilkan Form C1 milik Partai Perindo. Foto/MPI
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo , Ahmad Rofiq mengatakan bahwa hampir setiap daerah pemilihan (dapil) Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum (KPU) seolah-olah tak menampilkan Form C1 milik Partai Perindo.
“Hampir setiap dapil mengalami banyak sekali kekosongan C1, apakah itu tertutupi atau menghitam, atau memang tidak kelihatan,” ujar Rofiq dalam dialog Sindo Prime ‘C1 Hasil Sirekap Hilang, Siapa Curang?’ dikutip Selasa (27/2/2024).
Baca juga: C1 Partai Perindo Blank hingga Ditutupi, Ferry Kurnia Sarankan Sirekap Dihentikan
Rofiq menilai dengan tidak munculnya C1 pada Sirekap, hal itu tentu membuat Partai Perindo yang dipimpin oleh Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo sangat dirugikan.
“Dan ketika disinkronisasi saja, walaupun sudah ditutup, itu jumlahnya jauh lebih besar daripada tampilan total Sirekap yang ada di website,” jelas dia.
“Jadi ketidaksinkronan ini di dalam proses penghitungan atau penjumlahan, ini mengakibatkan partai sangat dirugikan, karena asumsi masyarakat bahwa Partai Perindo ya hanya dapat segitu. Padahal kalau kita total dari apa yang ada di C1 sekalipun masih ada yang tertutup itu jumlahnya dua kali lipat,” sambungnya.
“Hampir setiap dapil mengalami banyak sekali kekosongan C1, apakah itu tertutupi atau menghitam, atau memang tidak kelihatan,” ujar Rofiq dalam dialog Sindo Prime ‘C1 Hasil Sirekap Hilang, Siapa Curang?’ dikutip Selasa (27/2/2024).
Baca juga: C1 Partai Perindo Blank hingga Ditutupi, Ferry Kurnia Sarankan Sirekap Dihentikan
Rofiq menilai dengan tidak munculnya C1 pada Sirekap, hal itu tentu membuat Partai Perindo yang dipimpin oleh Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo sangat dirugikan.
“Dan ketika disinkronisasi saja, walaupun sudah ditutup, itu jumlahnya jauh lebih besar daripada tampilan total Sirekap yang ada di website,” jelas dia.
“Jadi ketidaksinkronan ini di dalam proses penghitungan atau penjumlahan, ini mengakibatkan partai sangat dirugikan, karena asumsi masyarakat bahwa Partai Perindo ya hanya dapat segitu. Padahal kalau kita total dari apa yang ada di C1 sekalipun masih ada yang tertutup itu jumlahnya dua kali lipat,” sambungnya.
Lihat Juga :