Bawaslu Pastikan Pemungutan Suara Ulang di 2.000 Lebih TPS Berjalan Lancar
Jum'at, 23 Februari 2024 - 17:29 WIB
Anggota Bawaslu, Totok Hariyono mengungkapkan dari hasil pengawasan Bawaslu dari 823.220 TPS sekitar 2.000 lebih TPS yang PSU, seluruhnya berjalan kondusif dan lancar. Foto/MPI
MALANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa lokasi berjalan kondusif. Di Kabupaten Malang dan Kota Malang, total ada delapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang melaksanakan pencoblosan ulang.
Anggota Bawaslu, Totok Hariyono mengungkapkan dari hasil pengawasan Bawaslu dari 823.220 TPS sekitar 2.000 lebih TPS yang PSU, seluruhnya berjalan kondusif dan lancar. Mayoritas dari TPS itu mengulang pencoblosan karena adanya pemilih yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), tapi diperkenankan memilih karena dianggap sebagai Daftar Pemilih Khusus (DPK).
Baca juga: Demo di Kantor Bawaslu DIY, Warga Jogja Tuntut Pilpres Ulang Tanpa Jokowi
"Secara nasional ada hampir 2.000 an lebih, karena pemungutan suara yang tidak pada tempatnya, pemilih lebih dari satu kali, tertukarnya surat suara. Tapi semuanya Insya Allah berjalan lancar," ujarTotok Hariyono usai meninjau PSU di TPS 4 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Jumat (23/2/2024).
Totok menyatakan khusus di Kabupaten Malang ini ada lima TPS yang direkomendasikan oleh Bawaslu untuk pencoblosan ulang karena adanya kasus pemilih tidak masuk DPT dan DPTb ikut mencoblos. Dimana dari lima TPS hasil pantauan rekan-rekan Bawaslu Kabupaten Malang seluruhnya berjalan aman dan dengan tingkat partisipasi bagus.
"Semuanya berjalan dengan baik, lancar. Partisipasinya juga bagus. Sama seperti di sini tadi, tingkat partisipasinya sudah 70 persen, artinya bagus," jelas dia.
Anggota Bawaslu, Totok Hariyono mengungkapkan dari hasil pengawasan Bawaslu dari 823.220 TPS sekitar 2.000 lebih TPS yang PSU, seluruhnya berjalan kondusif dan lancar. Mayoritas dari TPS itu mengulang pencoblosan karena adanya pemilih yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), tapi diperkenankan memilih karena dianggap sebagai Daftar Pemilih Khusus (DPK).
Baca juga: Demo di Kantor Bawaslu DIY, Warga Jogja Tuntut Pilpres Ulang Tanpa Jokowi
"Secara nasional ada hampir 2.000 an lebih, karena pemungutan suara yang tidak pada tempatnya, pemilih lebih dari satu kali, tertukarnya surat suara. Tapi semuanya Insya Allah berjalan lancar," ujarTotok Hariyono usai meninjau PSU di TPS 4 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Jumat (23/2/2024).
Totok menyatakan khusus di Kabupaten Malang ini ada lima TPS yang direkomendasikan oleh Bawaslu untuk pencoblosan ulang karena adanya kasus pemilih tidak masuk DPT dan DPTb ikut mencoblos. Dimana dari lima TPS hasil pantauan rekan-rekan Bawaslu Kabupaten Malang seluruhnya berjalan aman dan dengan tingkat partisipasi bagus.
"Semuanya berjalan dengan baik, lancar. Partisipasinya juga bagus. Sama seperti di sini tadi, tingkat partisipasinya sudah 70 persen, artinya bagus," jelas dia.
Lihat Juga :