Kunjungi Kawasan BRIN di Manado hingga Biak, Octavian: Teknologi Kemaritiman Jadi Fokus Inovasi
Selasa, 20 Februari 2024 - 16:50 WIB
”Sumber daya laut adalah masa depan umat manusia. Kekayaan sumber daya laut harus menjadi sumber kesejahteraan Bangsa Indonesia,” ujarnya, Selasa (20/2/2024).
Baca juga: Tinjau Hasil Riset Rumput Laut di Lombok, Waka BRIN: Hilirisasi Dorong Produksi Pangan
Mantan Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) ini menyebut, teknologi kemaritiman saat ini merupakan fokus inovasi BRIN guna menjawab marine food estate dan blue economy. Ambon dapat menjadi keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif Riset Kelautan RI.
Selanjutnya, Prof. Amarulla Octavian juga mengunjungi Makassar untuk meninjau beberapa fasilitas dan instrumen Pusat Riset Tanaman Pangan yang banyak mengembangkan varietas unggul Jagung. ”Kandungan nutrisi tinggi jagung dapat dilakukan rekayasa genetika guna mewujudkan kemandirian pangan nasional,” ucapnya.
Sedangkan kunjungan kerja ke Biak bertujuan meninjau Stasiun Bumi Pusat Riset Teknologi Satelit. Dalam kunjungannya, Prof. Amarulla Octavian berkesempatan memantau langsung Satelit Lapan-A1 (Tubsat) dan Satelit Lapan-A3 dengan pola orbit Polar dan Satelit Lapan-A2 dengan pola orbit Equatorial.
”Ketiga satelit pada ketinggian 600 km merupakan satelit Citra Low Earth Orbit (Leo). Selain di Biak, BRIN memiliki stasiun bumi di Bukittinggi, Bogor, dan Pare-pare untuk penerimaan data telemetry dan data misi,” paparnya.
Baca juga: Tinjau Hasil Riset Rumput Laut di Lombok, Waka BRIN: Hilirisasi Dorong Produksi Pangan
Mantan Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) ini menyebut, teknologi kemaritiman saat ini merupakan fokus inovasi BRIN guna menjawab marine food estate dan blue economy. Ambon dapat menjadi keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif Riset Kelautan RI.
Selanjutnya, Prof. Amarulla Octavian juga mengunjungi Makassar untuk meninjau beberapa fasilitas dan instrumen Pusat Riset Tanaman Pangan yang banyak mengembangkan varietas unggul Jagung. ”Kandungan nutrisi tinggi jagung dapat dilakukan rekayasa genetika guna mewujudkan kemandirian pangan nasional,” ucapnya.
Sedangkan kunjungan kerja ke Biak bertujuan meninjau Stasiun Bumi Pusat Riset Teknologi Satelit. Dalam kunjungannya, Prof. Amarulla Octavian berkesempatan memantau langsung Satelit Lapan-A1 (Tubsat) dan Satelit Lapan-A3 dengan pola orbit Polar dan Satelit Lapan-A2 dengan pola orbit Equatorial.
”Ketiga satelit pada ketinggian 600 km merupakan satelit Citra Low Earth Orbit (Leo). Selain di Biak, BRIN memiliki stasiun bumi di Bukittinggi, Bogor, dan Pare-pare untuk penerimaan data telemetry dan data misi,” paparnya.
Lihat Juga :