Pengamat: Ridwan Kamil Berperan Penting dalam Kemenangan Golkar di Jawa Barat

Senin, 19 Februari 2024 - 17:41 WIB
Meski tidak memiliki figur calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), secara nasional Partai Golkar berhasil meraih suara terbanyak kedua versi quick count di berbagai lembaga survei. Merujuk quick count Poltracking Indonesia dengan data masuk 99,2% di mana PDIP berhasil meraih 16,36%. Sementara Partai Golkar 14,59%.

Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi menyampaikan data itu menunjukkan anomali. Sebab, Partai Golkar bisa lebih unggul dari Partai Gerindra yang memiliki Prabowo Subianto sebagai capres. Biasanya, suara partai yang punya figur capres lebih unggul dari partai lain. ”Golkar yang tidak mempunyai capres justru dia nomor dua, ternyata suara Golkar lumayan bila dibandingkan dengan Gerindra,” kata Arya.

Baca juga: Pemilu 2024, Golkar Bersyukur Sudah Penuhi Target Kursi di DPR

Arya menjelaskan beberapa hal yang mendongkrak suara Partai Golkar. Menurut Arya, raihan suara Partai Golkar yang terpotret lewat quick count merupakan akumulasi dari perolehan suara caleg mereka di berbagai daerah pemilihan. Khususnya di daerah-daerah yang menjadi lumbung suara seperti Jawa Barat.

”Dalam konteks ini PDIP dan Golkar yang cukup lumayan di hasil quick count, nomor satu dan nomor dua meskipun tidak ada yang menembus 20%, itu bisa jadi dikontribusi oleh yang memilih caleg,” bebernya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!